2021 DKI Bangun Infrastruktur Banjir, Pansus: Dampaknya Paling Cepat 3 Tahun

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 17:11 WIB
Zita Anjani
Zita Anjani (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pansus banjir DPRD DKI Jakarta menyatakan Pemprov DKI Jakarta baru berfokus menangani penanggulangan banjir pada 2021 mendatang. Hal itu terlihat dari postur anggaran DKI Jakarta pada 2021 yang fokus membangun infrastruktur penanggulangan banjir.

"Jika melihat postur anggaran banjir 2021, ya, intinya Pemprov baru mulai kerja serius itu tahun depan. Bisa dilihat dari postur anggaran untuk banjir mayoritas untuk pembangunan infrastruktur banjir, karena mungkin juga Pemprov akhirnya sadar dan belajar dari banjir 2020 awal tahun," ujar Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani melalui keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).

Zita memprediksi dampak pengurangan banjir baru dapat dirasakan paling cepat 2-3 tahun kemudian. Menurutnya, prediksi tersebut harus disampaikan agar warga bisa mengantisipasi terjadinya banjir.

"Nah, ini artinya apa, dampak pengurangan banjir baru bisa dirasakan paling tidak 2-3 tahun lagi, paling cepat. Itu harus terbuka, disampaikan ke warga. Jadi, ketika nanti hujan, warga bisa antisipasi dari jauh hari," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD DKI itu menjelaskan kapasitas sungai yang ada di Jakarta saat ini hanya dapat menampung curah hujan 950 m3 per detik. Zita menyebut kapasitas itu harus ditambah agar dapat mewujudkan target Gubernur DKI Anies Baswedan banjir surut dalam 6 jam.

"Kalau kapasitas kali/sungai eksisting kita hanya 950 m3/detik, sedangkan rata-rata banjir tahunan debit airnya mencapai 2.100-2.650 m3/detik. Bahkan awal 2020 mencapai 3.389 m3/detik. Jadi fokus di situ," ucap Zita.

"Yang kedua, tingkatkan lahan hijau dan serapan. Saya yakin Pemprov tahu ruang terbuka hijau kita hanya 9,98%, padahal yang dibutuhkan untuk menyerap air di Ibu Kota sebesar 30%. Lalu mau mengandalkan sumur resapan yang nyatanya baru di bangun 1.772 titik dari 1,8 juta titik yang di butuhkan. Tentu itu hal yang mustahil untuk menghilangkan genangan dalam 6 jam," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan menerima dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 sebesar Rp 3,2 triliun. Salah satu penggunaannya akan dilakukan untuk penanggulangan banjir di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan dana PEN yang akan digunakan untuk penanggulangan banjir tahun ini sebesar lebih dari Rp 1 triliun. Namun, dia tidak mengetahui secara rinci nominalnya.

"Kalau nggak salah di atas satu (Rp 1 triliun)," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Selanjutnya
Halaman
1 2