Menkes: Angka Pasien DBD Belum Mengkhawatirkan
Selasa, 24 Jan 2006 11:39 WIB
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari mengatakan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang saat ini terjadi di beberapa daerah memang cukup tinggi. Namun angka itu belum terlalu mengkhawatirkan.Siti mencontohkan di Jakarta, pasien yang mengalami demam berdarah tidak terlalu banyak. "Jakarta kan nggak tinggi," kilah Siti Fadilah Supari usai peresmian program Deteksi Awal Kanker (Detak) di Gedung Dharma Wanita Pusat, Jalan Pedurenan, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/1/2006).Menurut Siti, selama curah hujan masih cukup deras, demam berdarah akan hilang dengan sendirinya. "Jentik-jentiknya kan terdorong oleh air," terangnya.Dia mengatakan, penanganan demam berdarah saat ini sudah maksimal. Asalkan masyarakat bersedia ikut membersihkan jentik-jentik, Siti optimistis demam berdarah akan berhasil diatasi. Namun jika sebaliknya, maka sudah pasti demam berdarah akan ada.Program DetakDalam kesempatan itu Menkes juga menjelaskan mengenai program Detak yang baru saja diluncurkan. Program ini merupakan hasil kerjasama Yayasan Kanker Indonesia, RS Dharmais, dan PT Kalbe Farma Tbk.Program Detak ini berupa pemberian penyuluhan kepada masyarakat agar tidak takut terhadap kanker dan mau melakukan deteksi awal dengan Pap's Smear agar gejala kanker dapat diketahui lebih dini dan harapan hidup lebih tinggi.
(san/)











































