Ahlan Wa Sahlan : Arti, Makna dan Cara Menjawabnya

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 13:41 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab akhirnya tiba di Indonesia. Habib Rizieq langsung keluar dari Terminal 3 dan langsung berorasi.
Foto: Rifkianto Nugroho/Ahlan Wa Sahlan : Arti, Makna dan Cara Menjawabnya
Jakarta -

Kalimat, 'Alhamdulillah' dan 'Ahlan wa Sahlan' menggema di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng saat Habib Rizieq tiba kembali di tanah air pada Selasa, 10 November 2020 pagi. Para pendukung menyambut kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu penuh suka cita. Gema takbir, sholawat tak henti-hentinya berkumandang.

Seperti apa sebenarnya makna kata Ahlan wa Sahlan?

Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon di Beirut, Hajriyanto Y Thohari menjelaskan tentang makna ungkapan 'Ahlan wa Sahlan'. Tokoh senior Muhammadiyah itu mengatakan kalimat Ahlan wa Sahlan biasanya diucapkan oleh orang Arab ketika bertemu sahabat, saudara, atau saat menyambut kedatangan tamu.

Kata, 'ahlan' berasal dari kata "ahl" (أهل) yang artinya keluarga. Ada pun kata, 'Sahlan' berasal dari kata "sahala" (سهل) yang artinya mudah, gampang, ringan, atau tidak ada halangan sama sekali.

Menurut Hajriyanto, ungkapan 'Ahlan wa sahlan' artinya mirip seperti kalimat dalam bahasa Inggris, "May our house be like your family home and like a level plain on which you can walk easily and safely! atau Semoga rumah kami bisa menjadi seperti rumah keluarga Anda sendiri dan menjadi tempat yang membuat Anda mudah, nyaman dan aman!

"Walhasil, ungkapan ahlan wa sahlan itu tidak sekadar ucapan selamat datang belaka, melainkan memiliki makna yang sangat dalam. Oleh karena itu ucapan ahlan wa sahlan, dalam konsep budaya Arab, sejatinya bukan sekadar basa-basi alias mujamalah sebagaimana yang dikira banyak orang. Arti Ahlan wa sahlan adalah kamu atau kalian adalah keluarga saya, dan karena itu anggap semuanya mudah, dan karena itu jangan malu-malu. Pasalnya, rumah ini, kota ini, atau negara ini adalah rumahmu, kotamu, dan negaramu sendiri. Setidaknya, anggaplah demikian!" kata Hajriyanto kepada Tim Hikmah detikcom.

Hajriyanto mengatakan di kalangan bangsa Arab budaya menghormati tamu sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Ahlan wa sahlan tidak sekadar ungkapan di mulut saja, namun benar-benar dipraktikkan.

Tradisi ini dipertahankan dan diabadikan dalam salah satu ajaran yang penting dalam Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, "Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka muliakanlah tamunya."

"Jadi dalam Islam memuliakan tamu itu dikaitkan dengan keimanan. Malah, bukan hanya dikaitkan saja, melainkan juga disandingkan atau di-juxtaposition-kan dengan keimanan kepada Allah dan Hari Akhirat," kata Hajriyanto.

Nah saat tuan rumah mengatakan ahlan wa sahlan, maka tamu yang datang pun menjawab, "ahlan wa sahlan bik" ( أهلا و سهلا بك) atau ahlan wa sahlan wa marhaban bik (أهلا و سهلا ومرحبا بك).

(row/erd)