Tambah Masyumi, Sekjen MUI Bicara Kelemahan Partai-Partai Islam di RI

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 06:28 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas. (Rahel-detikcom)
Jakarta -

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) menambah jumlah partai politik berasaskan Islam di Indonesia saat ini. Sekjen MUI, Anwar Abbas, meminta agar partai Islam bisa belajar soal bekerja sama kepada partai berhaluan nasionalis.

"Kalau sekarang saya lihat masing-masing bekerja tapi belum bekerja sama. Jadi sama-sama bekerja, tapi belum cerminkan adanya kerja sama. Oleh karena itu, partai Islam harus belajar dari partai-partai nasionalis," ucap Anwar saat dihubungi, Senin (9/11/2020) malam.

Anwar mencontohkan kerja sama antara Partai Golkar dengan PDIP. Menurutnya, saat Orde Baru, tidak ada yang membayangkan PDI dengan Golkar akan bekerja sama.

"Buktinya PDIP dengan Golkar sekarang bersatu. Dulu zaman Soeharto mana bisa PDI dengan Golkar disatukan. Sekarang bersatu kan. PPP, PKS, PKB, PAN, kalau nasionalis bersatu, kenapa Islam tidak bersatu," katanya.

Anwar meminta agar setiap partai Islam tidak memiliki ego tinggi dan tidak mau bekerja sama dengan partai Islam lainnya. Kelompok Islam bisa kuat jika ada kerja sama antara sesama partai Islam.

"Kalau bisa, menurut saya, level nasional mereka mampu bekerja sama. (Saat ini) kalau mereka membuat partai sendiri-sendiri mereka ber-taashub, berbangga-bangga dengan partainya, dan tidak mau bersatu, beraliansi dengan partai-partai (Islam) lainnya. Menutur saya itu kelemahan," ucap Anwar.

Jika partai Islam sudah menjadi pemenang, maka mereka harus mementingkan kepentingan bangsa. Mereka tidak boleh hanya mementingkan kepentingan kelompok.

"Koalisi bukan untuk menghancurkan musuh. Saya tidak setuju politik membumihanguskan. Politik itu politik negarawan, untuk kepentingan bersama. Kalau partainya menang ya bekerja untuk kepentingan bersama," kata Anwar.