ADVERTISEMENT

Rektor IPB Sebut Pertanian Penyelamat Ekonomi di Tengah Pandemi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 21:33 WIB
Bupati Anas Dorong Warga Bikin Kebun Hidroponik di Pekarangan Rumah
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan sektor pertanian adalah penyelamat bagi tumbuh kembangnya ekonomi nasional baik saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini maupun pada masa kehidupan normal seperti sedia kala.

Menurut Arif, sektor pertanian telah membuktikan krisis dan berbagi goncangan yang ada saat ini bukan menjadi halangan dalam meningkatkan produksi pangan serta meningkatkan lalu lintas ekspor pertanian.

"Tumbuhnya sektor pertanian di angka 2,15% ini, maka sesungguhnya telah menunjukkan bahwa pertanian selalu survive. Jadi sebenarnya dari dulu selalu tumbuh dan stabil. Artinya apa? artinya begitu ada goncangan, goncangan yang begitu besar, maka hanya sektor pertanian yang tetap bertahan bahkan menjadi penyelamat ekonomi nasional," ujar Arif Satria dalam keterangan tertulis, Senin (9/11/2020).

Arif mengatakan sudah saatnya sektor pertanian menjadi perhatian khusus semua pihak. Terlebih, catatan BPS pada beberapa waktu lalu harus menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk kembali memprioritaskan kebijakannya pada sektor pertanian.

"Menurut saya ini menjadi hal yang sangat penting untuk dicatat karena pertanian menjadi penopang utama ekonomi kita. Bayangkan saja, ketika masyarakat sulit mencari kerja pada akhirnya lari juga ke sektor pertanian," ungkapnya.

Arif berharap ke depan pemerintah menyiapkan langkah strategi jangka panjang untuk menumbuhkan minat generasi muda dalam membangun pertanian modern yang berbasiskan teknologi canggih. Rumusan tersebut penting dilakukan supaya ekosistem pertanian Indonesia berjalan secara berkelanjutan.

"Kalau ini kita jadikan momentum, maka momentum sekarang ini adalah momentum kemandirian pangan kita, momentum untuk kemajuan pertanian kita. Makanya harus ada rumusan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Terutama mengenai regenerasi petani," jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menetapkan target pencetakan 2,5 juta petani muda untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Pencetakan ini dilakukan untuk merealisasikan program jangka panjang pemerintah. Upaya ini bahkan sudah dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan Kementerian lain dan perguruan tinggi.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT