Demo di DPR Selesai, Buruh Acungkan 'Jari Tengah' Sebelum Bubarkan Diri

Sachril Agustin - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 17:34 WIB
Massa buruh yang demo menolak UU Ciptaker di depan gedung DPR/MPR membubarkan diri. Mereka sempat mengacungkan jari tengah yang dianggap mereka sebagai simbol perlawanan (Sachril Agustin/detikcom)
Foto: Massa buruh yang demo menolak UU Ciptaker di depan gedung DPR/MPR membubarkan diri. Mereka sempat mengacungkan jari tengah yang dianggap mereka sebagai simbol perlawanan (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Massa yang unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat (Jakpus), membubarkan diri. Lalu lintas tidak tersendat.

Pantauan detikcom, Senin (9/11/2020), perwakilan buruh selesai melakukan audiensi di dalam gedung DPR sekitar pukul 16.05 WIB. Perwakilan buruh ini pun keluar menemui massa.

Sekjen FSPMI KSPI, Riden Hatam Azis, Ketua Harian KSPI Muhammad Rusdi, dan beberapa perwakilan buruh lainnya naik ke atas mobil komando dan menyampaikan hasil pertemuan dengan beberapa anggota DPR. Mereka pun berorasi di hadapan massa.

"Teman-teman semua, DPR sudah menyatakan pada hari ini untuk legislative review dinyatakan tidak mungkin," kata Riden dari atas mobil komando di hadapan massa.

Massa buruh yang demo menolak UU Ciptaker di depan gedung DPR/MPR membubarkan diri. Mereka sempat mengacungkan jari tengah yang dianggap mereka sebagai simbol perlawanan (Sachril Agustin/detikcom)Massa buruh menolak UU Ciptaker karena dinilai merugikan (Sachril Agustin/detikcom)

Massa buruh pun langsung bersorak. Setelah itu, orasi dilanjutkan ke Rusdi. Dari atas mobil komando, Rusdi berbicara mengenai UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh.

Setelah itu, orator lainnya meminta buruh untuk mengangkat jari tengahnya dan diarahkan ke gedung DPR. Buruh pun mengikutinya dan mengangkat jari tengahnya.

"Ini adalah simbol perlawanan kita," ucap orator.

Massa buruh yang demo menolak UU Ciptaker di depan gedung DPR/MPR membubarkan diri. Mereka sempat mengacungkan jari tengah yang dianggap mereka sebagai simbol perlawanan (Sachril Agustin/detikcom)Kondisi lalin terpantau normal usai massa buruh membubarkan diri (Sachril Agustin/detikcom)

Tak lama kemudian, buruh membubarkan diri. Massa pun meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki.

Tak hanya itu, satu per satu mobil komando juga pergi meninggalkan gedung DPR ke arah Palmerah. Polisi, masih berada di sekitar lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

Bubarnya buruh tidak membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah ke Slipi tersendat. Kendaraan baik mobil dan motor bisa melaju tanpa adanya hambatan.

(jbr/jbr)