Sempat Divonis Bebas, Serka G yang LGBT dengan 8 Anggota TNI Dipecat

Andi Saputra - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 16:01 WIB
Ilustrasi sidang (Reuters)
Foto: Ilustrasi palu sidang (Reuters)
Jakarta -

Serka G mengakui pernah berhubungan badan sesama jenis dengan sejumlah anggota TNI dan seorang PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Serka G awalnya dihukum bebas dan tidak dipecat. Di tingkat kasasi, vonis Serka G dianulir dan dia dipenjara serta dipecat.

Berdasarkan berkas putusan yang dikutip detikcom, Senin (9/11/2020), Serka G menjadi saksi untuk terdakwa Serma T. Serka G mengaku pernah berhubungan sesama jenis dengan 8 prajurit TNI.

"Bahwa selain dengan Terdakwa, Saksi juga pernah melakukan hubungan asusila sesama jenis dengan Kapten A, Sertu W, Serda R, Letkol D, Serda A, Kapten E, Mayor Y, Kapten A, dan PNS E," demikian pengakuan Serka G yang tertuang dalam putusan Pengadilan Militer Jakarta itu.

Hubungan seks sejenis itu dilakukan secara terpisah dengan waktu yang bergantian. Atas perbuatannya, Serka G diproses dan diadili secara terpisah. Berikut pengakuan Serka G di persidangan:

1. Serka G mengetahui adanya telegram dari Panglima TNI/KASAD yang melarang prajurit TNI berbuat asusila dan homoseksual/LGBT.
2. Serka G melakukan perbuatan dengan sesama jenis tersebut dilakukan dengan sadar dan mengerti kalau perbuatan tersebut melanggar aturan dan norma kesusilaan, norma adat maupun norma agama namun tetap dilakukan.
3. Pertama kali melakukan hubungan sejenis dengan Sertu W di Kebon Jeruk, Jakbar, pada Desember 2010.
4. Pada Desember 2012, Serka G mengakui melakukan hubungan sejenis dengan Serma R.
5. Pada 2012-2013, Serka G mengakui melakukan hubungan sejenis dengan Kapten Laut E.
6. Pada 2016, Serka G mengakui melakukan hubungan sesama jenis dengan Serma T.
7. Pada Maret 2019, Serka G mengakui melakukan huungan seks dengan seorang PNS inisial E. Secara jabatan, E lebih tinggi jabatannya dari Serka G.
8. Serka G mengakui dalam hubungan sesama jenis itu merasa puas dan nyaman serta menikmatinya tanpa paksaan dan Terdakwa selalu berperan sebagai laki-laki dan dilakukan atas dasar suka sama suka.
9. Serka G mengakui mengalami trauma masa kecil, yaitu pernah mengalami pelecehan seksual saat berusia lima tahun pada tahun 1995. Akibatnya, Serka G mengaku merasa ada rasa traumatik.
10. Serka G menikah pada Agustus 2019.
11. Memohon diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dengan tidak menjatuhkan pidana tambahan karena sudah 12 tahun berdinas di dalam dan luar negeri dan sudah selesai S1 serta S2.

Selanjutnya
Halaman
1 2