Bus Jamaah Haji Terbakar (3)
Tiap Jamaah Disantuni 600 Riyal
Senin, 23 Jan 2006 20:55 WIB
Madinah - Bus PO Al Madinah yang mengangkut jamaah haji asal Kudus terbakar, Sabtu (21/1/2006) lalu. Semua jamaah selamat, namun barang-barang mereka ludes terbakar. Diperkirakan, kerugian mencapai Rp 500 juta. Uang ganti rugi terhadap mereka masih dalam proses. Namun, masing-masing jamaah sudah mendapat santunan uang duka 600 Riyal.Uang santunan 600 Riyal itu terdiri dari 100 Riyal yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia dan 500 Riyal diberikan oleh PO Al Madinah dan Kementerian Haji Arab Saudi. Santunan ini telah diberikan kepada mereka dalam waktu yang berbeda, yang diharapkan bisa dipergunakan mereka untuk membeli keperluan sehari-hari selama 8 hari di Madinah. Menurut Wakil Ketua Bidang Kasus Daker Madinah, Riduan Syaharani, uang bantuan 100 Riyal kepada masing-masing jamaah haji telah diberikan Daker Madinah beberapa jam setelah kejadian kebakaran. "Begitu ada informasi kebakaran bus, Ketua Pelaksana PPIH langsung memerintahkan agar diberikan santunan kepada para korban," kata Riduan, Minggu (22/1/2006) kemarin. Perintah itu langsung ditindaklanjuti oleh PPIH Daker Madinah. Dan sebelum jamaah tiba di pemondokan di Madinah, 44 jamaah haji yang menjadi korban kebakaran bus itu sudah menerima santunan itu. "Masing-masing kita beri 100 Riyal, untuk digunakan membeli barang-barang keperluan sehari-hari seperti pakaian dan lain-lain. Sebab, hampir semua jamaah haji tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya, kecuali hanya pakaian yang melekat di badan saja," tutur Riduan. Dan pada Senin (23/1/2006) dini hari, santunan untuk para jamaah haji asal Kudus ini makin bertambah. Sebab, perwakilan Kementerian Haji Arab Saudi dan perwakilan PO Al Madinah memberi mereka 500 Riyal untuk masing-masing jamaah haji sebagai tanda uang duka. Pemberian uang duka 500 Riyal ini diberikan kepada jamaah di pemondokan mereka di pemondokan 171/173 wilayah Izziyat, sekitar 800 meter dari Masjid Nabawi. Pemberian uang duka ini disampaikan Kementerian Haji yang diwakili oleh Kepala Divisi Angkutan haji Madinah Sholeh Hamzah Badaruddin dan Syarikah Al Madinah cabang Madinah yang diwakili oleh Abdul Rahman Hafidz Abdul Hamid, dan disaksikan oleh Wakadaker Bidang Hubungan Instansi dan Protokoler H. Mashuri Ilam dan Riduan Syahrani. Begitu rombongan datang ke pemondokan, Kepala Rombongan 6, Bp Sholah, langsung membangunkan para jamaah haji asal Kudus yang saat itu sudah terlelap dalam tidurnya. Setelah menyampaikan duka dan permohonan maaf atas musibah itu, Sholeh Hamzah Badaruddin juga menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu memberikan uang duka 500 Riyal kepada masing-masing jamaah haji. Uang duka ini di luyang tertulis daftar nama itu. Pada kesempatan itu, Abdul Rahman juga menyatakan bahwa pimpinan perusahaan transportasi Al Madinah memberikan pinjaman bus kelas VIP secara cuma-cuma khusus bagi ke 44 jamaah untuk ziarah. "Kapan pun mereka akan ziarah, silakan hubungi kami selaku wakil pihak Al Madinah," kata dia. Atas pemberian uang duka dan tawaran bus VIP ini, Mashuri Ilam merespons dengan baik. Mashuri yang mewakili Daker Madinah juga menyampaikan terima kasih atas respons dan tanggung jawab dari pihak PO Al Madinah.
(asy/)











































