Sopir Dipuji, Jamaah Ikhlas

Bus Jamaah Haji Terbakar (2)

Sopir Dipuji, Jamaah Ikhlas

- detikNews
Senin, 23 Jan 2006 20:22 WIB
Madinah - Ingat kasus kebakaran bus PO Kramat Jati di Jalan Tol Jagorawi beberapa tahun lalu? Sebagian besar penumpangnya hangus terbakar. Kasus serupa nyaris dialami oleh bus PO Al Madinah yang membawa 44 jamaah haji asal Kudus, Jawa Tengah. Tapi, beruntung sang sopir sigap menyelamatkan jamaah. Bus hangus, barang-barang ludes, tapi alhamdulillah semua jamaah haji selamat. Kebakaran bus PO Madinah ini terjadi sekitar pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS), Sabtu (21/1/2006) di jalan bebas hambatan dari arah Makkah menuju Madinah. Saat naas terjadi, bus baru menempuh perjalanan 60 KM dari sekitar 500 KM dari arah Makkah menuju Madinah. Atas kerja keras dan tanggung jawabnya, sang sopir pun mendapat pujian. Para jamaah haji yang barang-barangnya ludes terbakar itu juga memuji sang sopir yang berasal dari Syiria. Pujian juga datang dari Syarikah Al Madinah, perusahaan yang mengoperasikan bus itu. "Kami menilai sopir kami bertanggung jawab atas musibah ini dan kami telah memberikan penghargaan kepadanya," kata Abdul Rahman Hafidz Abdul Hamid, pimpinan Syarikah Al Madinah cabang Madinah, Senin (23/1/2006). Namun, Abdul Rahman tidak menjelaskan penghargaan dalam bentuk apa yang diberikan kepada sang sopir itu. Ketua Rombongan 06, Bp Sholah, juga berterima kasih atas sigapnya tindakan sopir dalam menyelamatkan para jamaah haji. Menurut dia, para jamaah ikhlas atas kejadian musibah ini, meski harus kehilangan barang-barangnya. 44 Jamaah haji asal Kudus yang tergabung dalam rombongan 06 kloter 46 SOC (Solo) yang menjadi korban kebakaran bus ini tidak menampakkan wajah sedih yang mendalam. Mereka sudah menerima musibah ini dengan lapang dada. "Alhamdulillah kami bisa selamat dari musibah itu, ini sudah takdir," kata Umrotul Fadhilah (44), salah seorang jamaah, menanggapi musibah ini. Wakil Kepada Daker Bidang Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah PPIH Madinah Cepi Supriatna juga melihat para jamaah haji asal Kudus ini tidak menampakkan wajah murung. Cepi bersama beberapa petugas haji lainnya berada di lokasi kejadian tidak beberapa lama saat kebakaran bus itu terjadi. Kebetulan saat itu, dirinya sedang dalam perjalanan dari Makkah menuju Madinah. "Subhanallah, saya melihat wajah-wajah jamaah haji tidak sedih. Ini karena mereka bisa selamat. Mereka juga senang karena sopir cekatan dalam menyelamatkan mereka," kata Cepi. Sopir bus PO Madinah ini bisa dibilang termasuk barang langka. Sangat sulit menemukan sopir bus yang memiliki kejujuran dan tanggung jawab yang besar seperti sang sopir bus PO Al Madinah yang naas ini. Berdasarkan cerita dari para jamaah, kata Cepi, sopir bus ini memang luar biasa. Sebelum berangkat dari pemondokan, sang sopir meminta semua jamaah haji berdoa terlebih dulu agar diberikan Allah keselamatan dalam perjalanan. Sebelum perjalanan dimulai, seperti biasa jamaah haji melalui ketua rombongan memberikan tip berupa uang kepada sang sopir, dengan tujuan agar sang sopir bisa bertanggung jawab dan mengangkut jamaah dengan nyaman hingga ke Madinah. Uang tip ini hasil iuran para jamaah 1 bus itu. Tapi hebatnya sang sopir menolak pemberian uang itu. "Saya melakukan tugas ini hanya semata-mata karena Allah dan saya memang berkeinginan untuk melayani para tamu Allah," kata sang sopir seperti ditirukan Cepi Supriatna. Dan pada saat kebakaran terjadi, sang sopir ini memang patut menjadi teladan. Setelah memberhentikan busnya di pinggir jalan, sang sopir langsung membuka pintu dan meminta jamaah haji keluar dari bus. Dia juga menghancurkan kaca-kaca jendela bus agar jamaah juga bisa keluar dari jendela. Sang sopir juga menyelamatkan paspor-paspor milik jamaah. Atas kesigapan sang sopir, para jamaah haji pun bisa menyelamatkan diri sebelum api benar-benar melumat bus PO Madinah itu. Setelah diangkut dengan bus PO Madinah lainnya, para jamaah haji asal Kudus ini tiba di Madinah pada Minggu (22/1/2006) dini hari. Di Madinah, mereka menginap di pemondokan nomor 171/173 wilayah Izziyat, Qurban, sekitar 800 meter dari Masjid Nabawi. Saat didatangi perwakilan Kementerian Haji Arab Saudi dan perwakilan Bus PO Madinah pada Senin (23/1/2006) dini hari, para jamaah haji ini tidak memperlihatkan wajah sedih yang mendalam atas musibah yang mereka alami itu. Mereka memang sudah mengikhlaskan kejadian yang mereka alami itu. Saat mengunjungi para jamaah haji, Kepala Divisi Angkutan Madinah Sholeh Hamzah Badruddin yang mewakili Kementerian Haji menyampaikan duka cita atas musibah yang dialami para jamaah haji. "Kami menyampaikan salam duka yang sedalam-dalamnya dan mohon maaf. Sekaligus, kami bersyukur kepada Allah, karena bapak-ibu selamat dan tidak ada yang menjadi korban. Musibah ini tidak lepas dari takdir Allah," kata Sholeh Hamzah dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh petugas haji Indonesia, Mahrus Misbah Siraj itu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads