Barang Ludes, Jamaah Selamat

Bus Jamaah Haji Terbakar (1)

Barang Ludes, Jamaah Selamat

- detikNews
Senin, 23 Jan 2006 20:19 WIB
Madinah - Yang namanya musibah, tidak akan bisa dicegah. Begitu pula yang dialami oleh 44 jamaah haji asal Kudus, Jawa Tengah dalam perjalanan menuju Makkah menuju Madinah, Sabtu (21/1/2006) lalu. Bus yang mereka tumpangi terbakar setelah 1 jam perjalanan dari Makkah. Bus PO Al Madinah itu terbakar sekitar pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Bus mengalami naas saat baru menempuh 60 km dari sekitar 500 km perjalanan Makkah-Madinah atau sekitar 70 km sebelum sampai di Rumah Makan Wadi Qudaid, tempat yang biasa dijadikan istirahat dan makan bagi jamaah haji Indonesia. Dengan tiupan angin yang begitu kencang, api yang membakar bus itu begitu cepat berkobar. Beruntung, sopir bus sigap. Setelah menghentikan kendaraannya di tepi jalan bebas hambatan itu, sang sopir langsung segera meminta para jamaah haji asal Kudus yang tergabung dalam rombongan 06 kloter 46 SOC (Solo) itu segera keluar dari bus. Sang sopir juga langsung memecahkan kaca-kaca bus agar jamaah bisa segera keluar dari jendela. Saat peristiwa terjadi, jelas para jamaah haji itu panik. Mereka pun berebut untuk turun dari bus yang sedang mengepulkan asap hitam itu. Ada juga jamaah haji laki-laki yang keluar dari jendela bus yang kacanya telah dipecahkan sang sopir. Api yang cepat berkobar itu sulit dipadamkan. Selain karena tiupan angin yang begitu kencang di saat musim dingin seperti ini, juga tidak ada persediaan air yang banyak untuk memadamkan api. Apalagi, petugas pemadam kebakaran sangat jauh dari lokasi. Setelah beberapa puluh menit kejadian, petugas pemadam kebakaran memang datang ke lokasi. Namun, petugas pemadam kebakaran sudah tidak bisa berbuat apa-apa, karena api telah menghanguskan bus itu hingga tinggal kerangkanya saja. Badan bus gosong. Alhamdulillah, semua jamaah bisa terselamatkan. Tidak ada korban jiwa. "Hanya ada dua jamaah yang sempat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Wadi Qudaid, karena mengalami shock," kata Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Bidang Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji PPIH Madinah, Cepi Supriatna. Jamaah haji selamat semua, namun tidak satu pun tas dan koper milik jamaah haji yang terselamatkan. Semuanya ludes dijamah si jago merah itu. Sebagian jamaah yang sebagian besar berusia sepuh itu hanya bisa membawa tas kecil yang selalu disandangnya yang berisikan sebagian kecil uang dan obat-obatan. Sebagian besar jamaah lainnya tidak bisa menyelamatkan barang apa pun, kecuali hanya pakaian yang melekat di badan. Semua tas tentengan yang mereka bawa dan koper-koper yang ditaruh di bagasi tidak bisa terselamatkan. Padahal, sebagian besar uang milik jamaah haji disimpan di tas tentengan itu. Sementara koper telah diisi barang-barang yang telah mereka beli dari Makkah untuk dijadikan buah tangan saat tiba di kampung halaman. Yang beruntung, semua dokumen perjalanan jamaah haji, terutama paspor, yang memang telah dikumpulkan dalam satu tempat, bisa diselamatkan oleh sang sopir. Sebab, jika sampai paspor terbakar, maka upaya untuk mengurusnya akan memakan waktu yang bertele-tele dan panjang. Belum diketahui penyebab kebakaran itu. Namun, menurut Wakil Kepala Daker Bidang Kasus Riduan Syaharani, api muncul pertama kali dari bagian mesin. "Menurut jamaah, asap mengepul dari bagian belakang, dari bagian mesin," kata Ridwan, Minggu (22/1/2006) kemarin. Riduan membantah dugaan bahwa bus yang digunakan untuk mengangkut jamaah haji Indonesia ini sudah berusia terlalu tua. "Setahu saya, bus-bus yang dioperasikan untuk mengangkut jamaah haji masih bagus. Apalagi, bus milik PO Al Madinah ini masih baru-baru," tutur Ridwan. Setelah bus hangus dan barang-barang bawaan jamaah haji ludes terbakar, PO Al Madinah akhirnya mengerahkan satu bus pengganti untuk mengangkut para jamaah menuju Madinah. Dan pada Minggu (22/1/2006) dinihari, mereka sampai di Kota Madinah. Dalam perjalanan menuju Madinah, mereka sempat ditransitkan terlebih dulu di Terminal Hijrah. Selain untuk kepengurusan dokumen perjalanan, para jamaah haji juga diberikan kesempatan istirahat sambil diberikan makanan ringan oleh pihak PO Al Madinah. Para jamaah dikumpulkan dalam suatu ruangan. Pada kesempatan itu, PO Al Madinah meminta maaf atas musibah yang terjadi. PO Al Madinah juga akan memberikan ganti rugi 500 Riyal bagi masing-masing jamaah. "Tapi, ganti rugi 500 Riyal kita tolak, karena terlalu kecil," kata Riduan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads