Round-Up

Fakta Anyar 5 Anggota Klub Harley Keroyok Prajurit TNI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 21:38 WIB
Polres Bukittinggi merilis kasus penganiayaan anggota klub Moge Harley-Davidson terhadap 2 prajurit TNI. 5 Dari 24 Moge yang ditahan diduga bodong.
Konferensi pers kasus pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi oleh anggota klub moge Harley-Davidson (Jeka Kampai/detikcom)
Bukittinggi -

Polisi menetapkan lima anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) sebagai tersangka kasus pengeroyokan prajurit TNI saat touring di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Mereka adalah BS (16), RHS (48), JA (26), TR (33), dan RHS (48).

Dalam kasus ini, korban adalah Serda M Yusuf dan Serda Mistari. Keduanya merupakan anggota Intel Kodim 0304/Agam yang saat kejadian memang tak mengenakan seragam dinas.

"Alhamdulillah, (peserta touring) yang tidak terkait dan tidak bermasalah secara hukum sudah pulang, tapi pulangnya ke Bandung atau ke mana, belum ter-update," ujar pejabat Humas HOG SBC Epriyanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2020).

Dalam penyidikan, diketahui ada sejumlah moge yang dikendarai rombongan HOG SBC yang diduga berstatus bodong. Motor-motor tersebut tak dilengkapi surat-surat resmi, seperti STNK.

Saat ini polisi masih menahan puluhan kendaraan yang dipakai rombongan HOG SBC saat touring. Berikut fakta-fakta teranyar kasus pengeroyokan prajurit TNI oleh peserta touring moge Harley di Bukittinggi:

1. Ada 5 Moge Bodong Dalam Rombongan Touring Harley di Bukittinggi

Polisi menemukan adanya lima moge yang tidak memiliki surat-surat resmi, tidak memiliki STNK dan diduga bodong. Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengatakan ada lima moge milik Harley-Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung yang terseret kasus pengeroyokan TNI di Bukittinggi dicurigai tanpa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) alias bodong.

"Lima motor tersebut, termasuk 19 moge lainnya milik anggota HOG Siliwangi Bandung, masih ditahan di Polres Bukittinggi," kata Dody kepada wartawan dalam keterangan pers di Mapolres.

"Status kendaraan saat ini, dari kuasa hukum menitipkan ke kepolisian. Kecuali ada lima kendaraan yang dicurigai tidak dilengkapi STNK. Jadi akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut," tambah dia.

Sebanyak 24 motor milik HOG Siliwangi Bandung ini terdiri atas 21 jenis Harley-Davidson, 2 Yamaha X-Max, dan 1 KTM 1200.

2. Peran 5 Tersangka, Termasuk ABG saat Mengeroyok 2 Prajurit TNI

Polisi memaparkan peran masing-masing tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan prajurit TNI yang dilakukan anggota klub Moge Harley-Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Satu tersangka di antaranya merupakan anak baru gede (ABG).

"Awalnya data kelahiran BS ini 18 tahun. Dari dari akta kelahiran ternyata masih 16 tahun," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu di Mapolres Bukittinggi.

Stefanus menjelaskan BS menendang korban kepala Serda M Yusuf dan memukul Serda Mistar. Kemudian tersangka MS (49) mengancam akan menembak kepala Serda Yusuf serta membanting Serda Yusuf sampai jatuh tersungkur.

Berikutnya ada tersangka RHS (48), yang melakukan pemukulan terhadap Serda Mistari sebanyak tiga kali. Tersangka keempat adalah JA (26), yang memukul Serda Mistari di bagian kepala dan memukul Serda Yusuf.

Sedangkan tersangka terakhir, TR (33), mendorong tubuh Serda Yusuf.

Polres Bukittinggi merilis kasus penganiayaan anggota klub Moge Harley-Davidson terhadap 2 prajurit TNI. 5 Dari 24 Moge yang ditahan diduga bodong.Lima dari 24 moge yang ditahan diduga bodong (Jeka Kampai/detikcom)