Tahun Depan Pemondokan Haji Tidak Bersubsidi Silang
Senin, 23 Jan 2006 19:34 WIB
Jakarta - Pengaturan pemondokan bagi jamaah haji tahun depan diusulkan tidak lagi menggunakan subsidi silang. Hal ini untuk mengantisipasi ketidakadilan karena selama ini pembagian pemondokan diadakan dengan Qur'ah (pengundian) sehingga untung-untungan. "Nanti rumah tidak disubsidi silang tapi proporsional. Dulu plafon yang ditetapkan seharga 1550 riyal, uang yang dipergunakan untuk sewa tersebut ada yang lebih dari 1550 dan ada yang kurang dari 1550, sehingga tidak rata dan terjadi subsidi silang," kata Direktur Penyelenggaraan Haji Departemen Agama (Depag) Zakaria Anshar kepada wartawan di gedung Depag, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2006).Dia menjelaskan, apabila nanti ditetapkan harga tertinggi 2000 riyal, berarti jamaah yang menempati pemondokan adalah jamaah yang membayar seharga tersebut. Kalau kurang dari itu, misalnya harga sewa hanya sekitar 1500 riyal, maka 500 riyalnya akan dikembalikan. "Hal ini dirasakan akan lebih memberikan keadilan daripada sistem subsidi silang," ujar Zakaria.Ide ini, lanjut Zakaria, akan dibahas dan disampaikan kepada DPR untuk dibahas lebih lanjut guna keperluan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2007. Zakaria mengatakan, pemondokan di daerah yang lebih jauh dari Masjidil Haram umumnya lebih murah dan lebih bagus daripada yang di sekitar Masjidil Haram. Sebaliknya di daerah yang dekat dengan Masjidil Haram, yang menjadi kendala adalah persaingan harga dengan negara-negara lain dan kondisi perumahan yang tidak sebagus di daerah yang jauh dari Masjidil Haram. "Kita sudah mengupayakan agar perumahan untuk jamaah pantas untuk dihuni dan jarak juga diupayakan dekat dari Masjidil Haram. Yang jauh kita mengusahakan bus dan umumnya orang ok-ok saja" jelas Zakaria.
(atq/)











































