Riwayat Partai Masyumi: Dibubarkan Sukarno, Kini Dibangkitkan Lagi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 11:39 WIB
Acara Milad Partai Masyumi. (Yogi Ernes/detikcom)
Acara milad Partai Masyumi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) kini telah berusia 75 tahun. Partai yang dibubarkan oleh Sukarno itu kini dibangkitkan lagi.

Sebagaimana yang dicatat Gungun Karya Adilaga dalam buku 'Simpul Sejarah: Mengikat Makna Perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia', Masyumi didirikan pada 7 Agustus 1945. Awalnya Masyumi bukan partai, melainkan organisasi Islam. Masyumi lahir ketika Jepang sedang terseret kemelut Perang Pasifik. Jepang merestui organisasi ini berdiri karena dianggap bisa membantu Jepang untuk berperang.

Namun harapan Jepang itu jauh dari tujuan para pendiri Masyumi. Para pendiri Masyumi, yang terdiri atas KH Wachid Hasyim, Mohammad Natsir, Kartosoewirjo, dan lainnya, justru ingin menghadirkan semangat Islam untuk berperang merebut kemerdekaan.

Kemudian, para pendiri Masyumi bersepakat menjadikan organisasi ini sebagai partai politik. Partai ini dideklarasikan pada 7 November 1945. Ketua pertama saat itu adalah Sukiman Wirdjosandjojo. Sedangkan Kartosoewirjo menjadi sekretaris pertama.

Tujuan Masyumi

Sementara itu, dikutip dari buku 'Meninjau Sejarah Kisah Hidup Muhammad Natsir' yang ditulis oleh Jarudin, tujuan partai ini adalah untuk terlaksananya ajaran dan hukum Islam di dalam kehidupan perseorangan, masyarakat, dan negara republik Indonesia menuju keridaan ilahi.

Sayangnya, tujuan Masyumi ini sukar tercapai. Menjelang Pemilu 1955, suara umat Islam terpecah. Ada kelompok-kelompok yang keluar dari Masyumi dan mendirikan partai sendiri. Beberapa di antaranya Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) dan Nahdlatul Ulama (NU).

Tonton video 'Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Petinggi KAMI ke Polri':

[Gambas:Video 20detik]



Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2