Menhub soal Cegah Corona: Kumpul dan Dengarkan Orang yang Kompeten

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 10:46 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Menhub Budi Karya Sumadi (Tangkapan layar)
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan menjaga kesehatan di tengah pandemi Corona (COVID-19) dapat dimulai dengan hal sederhana. Hal tersebut, kata Budi, sudah tersosialisasi sejak usia kanak-kanak.

"Jadi hal-hal sederhana sebenarnya sudah disampaikan sejak SD. Yang susah itu mendisiplinkan daily. Itu yang susah. Makanya, dengan kita kumpul, mendengarkan orang kompeten, kita ingat lagi. Dan itu sederhana, gampang dilaksanakan," ujar Budi dalam siaran live YouTube berjudul Dialog Publik Internal Kemenhub 'Lifestyle dan Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi', Sabtu (7/11/2020).

Sementara itu, dokter spesialis paru-paru Allen Widysanto menerangkan sistem imun dalam tubuh manusia sebenarnya sudah sangat baik. Untuk lebih menopang kesehatan, Allen menyebutkan perlunya berolahraga dan istirahat yang cukup.

Sayangnya, lanjut Allen, banyak orang yang justru panik ketika orang terdekatnya terjangkit virus Corona dan merasa bahwa mereka harus mengonsumsi vitamin dalam dosis tinggi demi meningkatkan sistem imun.

"Jadi sebenarnya perlengkapan imun di dalam tubuh sudah sangat bagus. Saya juga sering dapat pertanyaan, kalau seseorang sudah kena COVID-19 kok biasanya anggota keluarganya panik. Segala macam jenis vitamin diminum. Padahal imun itu sifatnya continue. Harusnya kita melakukan istirahat cukup, olahraga, itu bisa mempengaruhi sistem imun. Penambahan vitamin justru bisa mengakibatkan overdosis," tutur Allen.

Allen kemudian menyampaikan menjaga pola makan sehat juga diperlukan. Allen mencontohkan tertib mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna.

"Asupan nutrisi cukup 4 sehat 5 sempurna. Nah, ini dari Kementerian Kesehatan, rajin makan makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran," terangnya.

Meski demikian, segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik. Pasalnya, kelebihan sistem imun pun bisa menyebabkan kematian.

"Jika terlalu kuat, meningkatkan inflamasi sehingga menimbulkan gagal napas hingga kematian. Jadi sistem imun kuat itu memang penting, tapi tidak boleh kelebihan," pungkas Allen.

Tonton video 'Pidato Menkes Terawan di Hadapan Majelis WHO':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)