Tiga Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Selamat

Tiga Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Selamat

- detikNews
Senin, 23 Jan 2006 17:48 WIB
Solo - Meski tersesat di Gunung Lawu selama sepekan tanpa bekal, tiga karyawan rumah makan Rosalia Indah Karawang, ditemukan dalam kondisi hidup. Saat iniketiganya sudah berada di posko tim pencarian di Segorogunung, Ngargoyoso, Karanganyar.Informasi tersebut disampaikan oleh Ismanto, anggota tim gabungan pencarian dari unsur Orari Solo. "Ketiganya diketemukan dalam kondisi selamat tapikritis. Pukul 15.00 WIB tepat ini ketiganya tiba di posko Segorogunung," ujarnya di lokasi saat dihubungi detikcom, Senin (23/1/2006).Menurutnya, ketiganya ditemukan pukul 12.00 WIB berkumpul di satu tempat di hutan pinus Lawu di atas Segorogunung. Lokasi penemuan itu, menurut Ismanto,berjarak sekitar 10 km dari posko dan membutuhkan waktu tiga jam jalan kaki untuk mengevakuasi mereka dengan cara ditandu.Ketiga korban saat ini mendapatkan pertolongan pertama oleh tim penyelamat di posko. Setelah itu rencananya ketiganya korban tersebut akan segera dibawa ke Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar, untuk mendapatkan perawatan medis.Seperti diberitakan, empat pendaki tersesat di Gunung Lawu akibat cuaca buruk. Salah seorang berhasil turun mendekati pemukiman dan ditemukan peserta kemah kemarin dalam kondisi kritis, sedangkan tiga lainnya masih tertinggal di hutan Lawu karena kondisi melemah berjuang hidup tanpa bekal sejak Senin pekan lalu.Dianjurkan Tidak MendakiKepala Kesbanglinmas Pemkab Karanganyar, Samsi, mengimbau warga untuk menunda aktivitas pendakian Lawu untuk sementara waktu mengingat kondisi cuaca yang kurang mengijinkan melakukan kegiatan tersebut.Namun demikian Samsi mengaku tidak bisa melarang jika pendakian itu dilakukan dalam rangka kegiatan ritual tradisi warga. Hal tersebut terkait dengan rencana pendakian ke puncak Lawu yang akan dilakukan Kraton Surakarta pada 30 Januari 2005 malam mendatang.Seperti biasanya setiap malam satu suro Kraton Surakarta selalu mengirim utusan puluhan abdi dalem kraton untuk mengadakan ritual di puncak gunung yang dianggap memiliki hubungan mistis dengan keberadaan Kraton Surakarta tersebut."Kami tidak bisa melarang kegiatan ritual tradisi. Kami berharap sebelumnya dilakukan persiapan fisik dan mental yang lebih ekstra mengingat malam suro tahun ini bertepatan dengan musim penghujan yang sering menimbulkan cuaca buruk, baik di puncak maupun di sepanjang jalur pendakian," ujarnya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads