Round-Up

Beda Versi Habib Rizieq vs Dubes soal Visa 'Hidup Lagi'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 06:38 WIB
Habib Rizieq Shihab saat menghadiri aksi damai 2 Desember di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Pernyataan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq soal visa-nya yang hidup lagi karena diperpanjang Arab Saudi jadi perdebatan. Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menegaskan Habib Rizieq hanya mendapat izin tinggal hingga paling lambat 11 November 2020, bukan perpanjangan visa.

Kabar soal perpanjangan visa itu disampaikan oleh Habib Rizieq sendiri lewat sebuah video yang diunggah YouTube Front TV pada Kamis (5/11/2020). Habib Rizieq menyebut mendapat perpanjangan visa sebagai ganti bayan safar, atau izin keluar dari Saudi. Rizieq mengatakan visanya yang sempat mati 2 tahun 5 bulan dihidupkan kembali oleh pemerintah Arab Saudi.

"Kita diberikan satu solusi oleh pihak keimigrasian karena mereka tahu saya tak lakukan kesalahan, pelanggaran, solusi yang diberikan bahwa kami sekeluarga tak diberikan bayan safar, tapi diberikan perpanjangan visa. Jadi visa saya yang sudah mati selama 2 tahun 5 bulan sudah mati, visa tersebut dihidupkan kembali dan berlaku sampai pertengahan bulan November 2020," kata Habib Rizieq, dalam video yang ditayangkan YouTube Front TV, Kamis (5/11/2020).

Simak juga video 'Mahfud VS Fadli Zon di Twitter soal Rizieq Tolak Dibantu':

[Gambas:Video 20detik]



Klaim Tak di-blacklist, Habib Rizieq Ancam Perkarakan yang Sebut Dia Overstay

Dengan demikian, lanjut dia, catatan overstay hilang, termasuk denda. Habib Rizieq bersyukur atas solusi yang diberikan otoritas Saudi untuk bisa pulang ke Tanah Air.

"Terima kasih banyak dan penghargaan tinggi atas solusi yang diberikan kepada saya sehingga kami bisa pulang tanpa blacklist, tanpa denda, bahkan bukan dengan bayan safar. Tapi dengan perpanjangan visa, seolah-olah kami di sini memiliki visa selama 3 tahun lebih, bahkan bukan tiga tahun, kalau ditambah visa yang satu tahun, jadi hampir 4 tahun, 3 tahun 5 bulan, jadi semuanya saya tinggal di sini hampir 3 tahun setengah dan visa itu diberlakukan," kata Habib Rizieq.

Setelahnya, Habib Rizieq menunjukkan visa yang lama dan visa baru yang sudah diperpanjang. Dia menunjukkan masa berlaku visa yang lama itu sampai Juli 2018.

"Saya tunjukkan di sini, ini visa saya yang lama. Ini berlaku terakhir sampai tanggal 7 Zulkaidah tahun 1439 H, yaitu tanggal 20 Juli 2018. Itu masa berlaku visa yang lama, jadi semenjak 20 Juli 2018 visa ini sudah tidak berlaku," terangnya.

"Sekarang ini visa yang baru. Ini masa berlakunya tak lagi 7 Zulkaidah, menjadi 25 Rabi ul Awal, 1442 H, artinya bulan ini bertepatan dengan 11 November 2020, jadi sampai pertengahan November. Jadi sampai pertengahan November saya bisa pulang kapan saja, mau naik pesawat apa saja, tanpa ada membayar denda, tanpa blacklist, dan sebagainya. Dan ini anugerah Allah SWT," kata Habib Rizieq.

Rizieq menekankan lagi bahwa bayan safarnya sudah dibatalkan dengan perpanjangan visa. Maka, jika ada pihak-pihak yang menyatakan dirinya overstay akan dituntut secara hukum.

"Oleh karenanya, mulai saat ini, siapa pun, termasuk pejabat Indonesia, baik di dalam atau luar negeri, kalau ada yang mengatakan saya overstay, saya akan tuntut secara hukum karena itu menuduh saya ada pelanggaran. Jadi saya tidak ada overstay sama sekali saat ini," lanjut Habib Rizieq.

Dubes RI membantah visa Habib Rizieq diperpanjang. Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3