Daya Tampung Saluran Air Jakarta Dinilai Tak Bisa Penuhi Target Banjir Anies

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 04:42 WIB
Hujan deras yang guyur Jakarta pada Minggu (4/10) malam menyebabkan sejumlah kawasan Ibu Kota terendam banjir. Salah satunya di kawasan Petogogan.
Foto: Hujan deras yang guyur Jakarta pada Minggu (4/10) malam menyebabkan sejumlah kawasan Ibu Kota terendam banjir. Salah satunya di kawasan Petogogan (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta -

Ahli Bioteknologi Lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, sangsi banjir di Jakarta bisa surut tidak lebih dari 6 jam seperti keinginan Gubernur Anies Baswedan. Menurutnya, kapasitas daya tampung saluran air di Jakarta tidak cukup untuk menampung air.

"Dari 13 sungai yang ada saat ini dengan 76 anak sungainya, total debit bisa dialirkan 950 kubik per detik. 13 Sungai itu. Itu kapasitas angkut, kalau curah hujan tinggi di atas 1.000 atau di atas 2.500 tidak akan mungkin sungai dialirkan ke laut sehingga harus menggenang ke kiri dan kanan," ucapnya saat dihubungi, Jumat (6/11/2020).

Menurut Firdaus, kapasitas aliran eksisting saat ini adalah 950 meter kubik. Jika normalisasi Ciliwung dari Jembatan Tol JORR sampai Pintu Air Manggarai selesai, maka kapasitanya menjadi 2.357. Sementara itu, debit rata-rata banjir tahunan yaitu 2.100 sampai 2.650 meter kubik.

Maka, menurut Firdaus, Gubernur Anies jangan hanya terpaku pada naturalisasi tapi juga normalisasi. Normalisasi dengan melebarkan kapasitas daya tampung berfungsi untuk pengendalian banjir.

"Naturalisasi itu bukan tidak bagus, naturalisasi itu penempatan yang harus dipahami bersama. Saya tidak anti naturalisasi. Normalisasi kan pakai logika akal sehat. Tempo hari (Anies) beri paparan di depan media contoh Singapura, Singapura sungai Kallang River itu adalah proyek naturalisasi fungsi estetika karena disegmen panjang 900 meter itu dibangun kondominium mewah. Makanya dibuat secara alami batu-batuan. Sementara fungsi pengendali banjirya sudah dialihkan ke bawah terowongan Stamford, ada terowongan besar di bawah tanah," ucapnya.

Firdaus pun berkomentar penyataan Anies yang meyebut kapasitas drainase di Jakarta adalah 100 mm per hari. Dia menyebut, mayoritas drainase di Jakarta tidak berfungsi.

"Dari mana dia tahu hal tersebut? Apakah dia sudah ukur dan cek ke lapangan? Dari total panjang 1.537 km saluran drainasi (penghubung dan mikro) yang efektif berfungsi tidak lebih dari 47%," ucapnya.

Sehingga, Firdaus menyampaikan Anies harus melihat kondisi lapangan sebelum membuat atau menginginkan sesuatu. "Sah-sah saja pasang target, masalahnya realistis tidak dengan yang ada," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2