Saksi: Anita Sewa Pesawat Rp 350 Juta untuk Jemput Djoko Tjandra di Pontianak

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 21:30 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Anita Kolopaking (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Direktur PT Transwisata Prima Aviation, Rustam Suhanda, membenarkan Anita Kolopaking menyewa pesawat miliknya untuk menjemput Djoko Tjandra di Pontianak, Kalimantan Barat. Rustam menyebut harga sewa pesawat itu sebesar Rp 350 juta untuk full trip.

"Harga carter Rp 350 juta untuk full trip tanggal 6-8 Juni (2020)," kata Rustam Suhanda saat bersaksi di persidangan surat jalan palsu Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (6/11/2020).

Ia mengatakan Anita langsung menghubunginya lewat panggilan telepon untuk keperluan carter pesawat tersebut. Anita menyewa pesawat untuk rute Jakarta-Pontianak.

"Tanggal 6-8 (Juni) dicarter oleh Anita. Rutenya, Jakarta Halim, Pontianak, kembali ke Halim. Begitu juga tanggal 8, Halim, Pontianak, kembali ke Halim," ujarnya.

Rustam menjelaskan, pihaknya memang mewajibkan Anita melengkapi syarat penerbangan yakni surat tugas, surat kesehatan, dan surat keterangan bebas COVID-19. Ia menyebut Anita sudah melengkapi persyaratan itu saat terbang dari Jakarta ke Pontianak tersebut.

"Pada 6 Juni, ada 3 orang dari Halim ke Pontianak. Sudah kami terima persyaratannya," sebutnya.

Rustam menyebut 3 orang yang terbang dari Jakarta ke Pontianak itu ialah Brigjen Prasetijo, Anita Kolopaking, dan Jhony Andrijanto. Rustam mengaku juga sempat bertemu dengan ketiga orang itu.

"Ada 3 orang, Anita dan Prasetijo dan Jhony. Sempat bertemu, tidak banyak berbincang," tuturnya.

Sebelumnya, peristiwa Brigjen Prasetijo ikut menjemput Djoko Tjandra di Pontianak ini terungkap saat pembacaan surat dakwaan pada Selasa (13/10/2020). Penjemputan Djoko Tjandra ke Pontianak ini bermula saat Anita bertemu Brigjen dengan Prasetijo.

Pertemuan itu untuk membahas kepulangan Djoko Tjandra ke Indonesia untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) terhadap perkaranya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebab, dalam permohonan PK itu Djoko Tjandra diwajibkan untuk hadir langsung ke pengadilan.

Selanjutnya
Halaman
1 2