NasDem 'Semprot' Jo-Man Gegara Minta 10 Menteri Diganti: Orang-orang Tak Jelas

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 20:07 WIB
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Ali
Foto: Ahmad M Ali (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

NasDem mengkritik relawan Jokowi Mania (Jo-Man) karena meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) me-reshuffle 10 menteri. NasDem menegaskan bahwa yang berwenang menilai kinerja menteri adalah Presiden Jokowi.

"Siapa JoMan itu? Saya nggak kenal mereka. Di mana mereka survei ini?," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem, Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat (6/11/2020).

"Tentang urusan reshuffle, menilai menteri dan lain-lain, itu kan kewenangannya presiden. Jadi, NasDem tidak pada posisi menyodor atau mempertahankan kader-kadernya dalam kabinet," imbuhnya.

Dua dari 10 menteri yang diminta di-reshuffle oleh Jo-Man merupakan elite NasDem. Keduanya, yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menkominfo Jhony G Plate.

Menurut Ali, dalam menilai kinerja menteri harus berdasarkan kajian ilmiah. Kinerja menteri, sebut dia, tidak bisa diukur hanya dari keinginan kelompok tertentu.

"Sekarang kalau mau menilai kinerja satu lembaga kan pendekatannya kan harus ilmiah. Jadi harus mengikut, melihat kepuasan masyarakat dan lain-lain," terang Ali.

"Kinerja kementerian itu harus diukur berdasarkan itu kan. Bukan lewat kelompok orang-orang yang tidak jelas lalu kemudian menilai orang berdasarkan keinginannya dia kan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ali menyoroti rujukan serta metodologi penelitian yang dilakukan Jo-Man. Dia menegaskan Jo-Man tidak memiliki kewenangan meminta Jokowi me-reshuffle menteri.

"Kalau itu kan kumpulan orang-orang yang tidak jelas menurut saya, tidak jelas dasar rujukan, metodologi apa yang digunakan nggak jelas itu mereka itu kan. Jadi kumpulan orang yang kemudian menilai orang. Bukan kewenangan dia, tidak patut lah," tegas Ali.

Selanjutnya
Halaman
1 2