Rumor Kudeta, Pemimpin Militer Janji Setia kepada Arroyo
Senin, 23 Jan 2006 16:29 WIB
Jakarta - Rumor kudeta untuk menggulingkan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo kembali berhembus. Namun para pemimpin militer Filipina secara terbuka berjanji untuk tetap setia kepada Arroyo.Kepala militer Jenderal Generoso Senga bahkan menuding lawan politik Arroyo berusaha merusak reputasi para perwira militer sebagai bagian dari kampanye mereka untuk menjatuhkan pemerintahan.Hal itu disampaikan Senga dalam konferensi pers bersama seluruh jenderal-jenderal pemimpin Angkatan Bersenjata Filipina, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (23/1/2006)."Jangan ganggu militer. Kami punya misi untuk dilakukan, mengamankan negara kami dan rakyat terhadap ancaman bersenjata dan teroris," tegas Senga.Pekan lalu, militer dan polisi di Manila disiagakan penuh menyusul kaburnya lima perwira yunior dari penjara militer. Para perwira itu dituduh terlibat dalam plot kudeta yang gagal pada Juli 2003 lalu."Angkatan Bersenjata harus dan akan tetap antipolitik dan akan menjalankan keputusan konstitusional mengenai non-intervensi dalam politik," tandas Senga.Arroyo mengalami tekanan politik yang intens sejak mencuatnya tuduhan kecurangan dalam Pemilu 2004. Arroyo tetap mengabaikan desakan mundur yang diserukan beberapa pihak. Dia bersikeras bahwa dirinya tidak melakukan kecurangan dan bertekad untuk menyelesaikan masa jabatannya hingga 2010 mendatang.
(ita/)











































