Hati-hati, Jalan Raya Cilegon Arah Serang Dipenuhi Tanah

M Iqbal - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 11:25 WIB
Jalan Raya Cilegon dipenuhi tanah usai daerah tersebut diguyur hujan, Jumat (6/11/2020).
Jalan raya Cilegon dipenuhi tanah. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Jalan Raya Cilegon dipenuhi tanah setelah daerah tersebut diguyur hujan. Tanah yang memenuhi jalan nasional itu hanya tampak di jalur yang mengarah ke Serang.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (6/11/2020), tanah merah itu menempel di jalan. Aspal hitam yang biasanya terlihat nyaris rata tertutup tanah merah. Titik awal jalan yang dipenuhi tanah berada di dekat sumber galian C di Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Jalan Raya Cilegon dipenuhi tanah usai daerah tersebut diguyur hujan, Jumat (6/11/2020).Jalan Raya Cilegon dipenuhi tanah. (M Iqbal/detikcom)

Truk pengangkut pengangkut pasir, batu, dan tanah dari lokasi galian C memang melintas di jalan tersebut. Jika hujan turun, kondisi jalan jadi licin karena dipenuhi tanah.

"Bukan hal aneh kalau melihat jalan yang berlumpur di jalan nasional Serang-Cilegon tersebut. Itu akibat penambangan galian di kaki Gunung Pinang. Saya kurang tahu apa itu legal atau ilegal," kata salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Jumat (6/11/2020).

Di lokasi, terlihat beberapa orang menyingkirkan tanah tepat di dekat lokasi masuk galian C yang berada di belakang Gunung Pinang. Tanah tersebut tampak tebal menutupi jalan saat disingkirkan.

"Masyarakat pengguna jalan pun bakal kena imbasnya. Kalau hujan, jalan bakal jadi becek, licin, membahayakan dan rawan kecelakaan," ujarnya.

Setelah hujan reda, tanah yang menempel di jalan berubah menjadi debu saat cuaca cerah. Pengguna jalan mesti ekstrahati-hati jika melintasi jalan tersebut.

Selain berlapis tanah, jalan itu bergelombang. Beberapa titik jalan terlihat beda tinggi akibat tak kuat menahan beban kendaraan besar yang tiap hari melintas.

"Kalau panas jadi debu. Kasihan juga sih masyarakat dan pengguna jalan yang hanya kena getahnya," ujarnya.

(zak/zak)