Satgas COVID-19 Imbau Jemaah Umrah Disiplin Prokes Selama Ibadah

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 10:26 WIB
Sejumlah jemaah umrah yang tertahan dan menunggu kepastian perlahan mulai meninggalkan Bandara Soetta.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 meminta penyelenggaraan ibadah umrah merujuk ke Keputusan Menteri Agama No 719 Tahun 2020. Regulasi itu adalah pedoman penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bagi calon jemaah, harus mematuhi syarat jemaah yang bisa berangkat dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) sebelum, saat dan sampai kembali ke Tanah Air.

Sementara, bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah, harus memperhatikan mekanisme karantina dan calon jemaah, memperhatikan kuota pemberangkatan dan memperhatikan pelaporan keberangkatan, kedatangan dan kepulangan calon jemaah.

"Regulasi ini disusun untuk memberikan perlindungan kepada jemaah umrah sesuai dengan amanat Undang-undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan telah mengacu pedoman ibadah haji yang ditetapkan Arab Saudi," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Jumat (6/11/2020).

Prof. Wiku menuturkan agar tidak terjadi penularan selama jemaah menjalani ibadah umrah, tiap jemaah diminta mematuhi protokol kesehatan 3M secara rutin dan ikuti arahan petugas umrah di lapangan.

"Kami mengimbau semua jemaah yang kembali ke Indonesia agar menjalani testing dan karantina, selayaknya pelaku perjalanan dari luar negeri untuk meminimalkan penularan," terangnya.

Menurutnya, kebijakan ibadah ini akan tetap diawasi dan dievaluasi sesuai perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia dan Arab Saudi.

"Kita harus ingat, bahwa penerapan protokol kesehatan dapat secara efektif menurunkan risiko penularan COVID-19. Hal ini mengingatkan kita bahwa nilai gotong royong dalam kolaborasi pentahelix menentukan kesuksesan penanganan COVID-19," lanjut Wiku.

Prof. Wiku menjelaskan mengingat waktu yang singkat antara keputusan dari pemerintah Arab Saudi dan persiapan keberangkatan, maka sosialisasi yang masif terkait protokol kesehatan untuk ibadah umrah selama pandemi, harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kantor wilayah Kementerian Agama di setiap daerah.

"Serta memanfaatkan metode dan media yang disesuaikan dengan karakteristik calon jemaah umrah dan daerah asalnya. Bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah umrah, maka penting untuk mengetahui dan mematuhi syarat-syarat yang tertuang dalam keputusan Menteri Agama No. 719 Tahun 2020," pungkasnya.

Sebagai informasi, disiplin menjaga protokol kesehatan penting dilakukan untuk menghindari gelombang kedua COVID-19. Oleh karena itu, selalu #IngatPesanIbu untuk menerapkan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun seperti yang dikampanyekan Satgas Penanganan COVID-19. (prf/ega)