Demo Freeport Berakhir di Kedubes Amerika Serikat
Senin, 23 Jan 2006 15:00 WIB
Jakarta - Aksi demo solidaritas tragedi Freeport berakhir di Kedubes AS. Selama 1,5 jam sekitar 150 pendemo berorasi dan menggelar aksi teatrikal.Sebelumnya mereka menjalankan aksi di Bundaran Hotel Indonesia dan Istana Merdeka.Empat bus yang membawa rombongan pendemo ini tiba di Kantor Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pukul 12.30 WIB, Senin (23/1/2006).Empat pleton polisi dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir langsung menyambut mereka. Mereka lalu menggelar orasi dan aksi teatrikal yang menggambarkan penyiksaan seseorang berpakaian tentara kepada masyarakat adat dan menari-nari mengelilingi api unggun.Mereka juga melakukan pembakaran dua bendera AS, satu bendera Freeport dan atribut tentara yang dipakai saat aksi teatrikal.Korlap aksi tersebut, Arkilaus Boho, mengatakan, Kedubes AS memang salah satu sasaran demo yang dituju. Sebab Freeport adalah perusahaan AS. "Dan kami menuntut agar Freeport ditutup sekarang ini juga.Anggota DPR dari Komisi XI Inya Bae asal Papua yang ikut dalam demo itu mengatakan, penangkapan terhadap 12 warga sipil di Timika, Papua, beberapa waktu lalu, salah alamat. Ada ketidakwajaran, mengingat empat dari 12 orang itu berumur 12-14 tahun.Ketidakwajaran lainnya adalah isi magazin. Biasanya, imbuh dia, dalam satu magazin berisi 30 peluru. Namun di mobil saat penangkapan terdapat 130 peluru. "Tidak masuk akal bila Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berada di belakang aksi tersebut," katanya.Para pendemo ini kemudian membubarkan diri sekitar pukul 14.00 WIB.
(umi/)











































