Mahfud Tegaskan Bintang Mahaputera Bukan untuk Bungkam Gatot: Itu Haknya

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 18:23 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md di acara pelantikan pamong praja muda.
Foto: Mahfud Md. (Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta -

Rencana pemberian penghargaan Bintang Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo ramai dibicarakan. Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan, pemberian penghargaan itu bukan bermaksud ingin membungkam Gatot yang kini kerap melemparkan pernyataan kritis kepada pemerintahan Jokowi.

Mahfud Md mengingatkan, Gatot Nurmantyo pernah menjadi Panglima TNI saat periode pertama Presiden Jokowi memimpin Indonesia. Ia menegaskan setiap anggota kabinet Jokowi mendapat penghargaan Bintang Mahaputera.

"Gatot Nurmantyo itu pernah menjadi Panglima, Panglima itu adalah anggota kabinet. Semua anggota kabinet yang mendapat tugas di pemerintahan sampai satu periode selesai itu mendapat Bintang Mahaputra Adipradana, kecuali Kapolri dan Panglima," jelas Mahfud Md seperti disiarkan dalam YouTube Kemenko Polhukam, Kamis (5/11/2020).

Meski Gatot tidak menjabat sebagai Panglima TNI full semasa satu periode kepemimpinan presiden, ia tetap akan mendapat penghargaan. Sama halnya dengan Kapolri dan Kepala Staf, pemilihan Panglima TNI tidak sama seperti menteri-menteri di kabinet pemerintahan.

"Kapolri, Panglima dan Kepala Staf Angkatan meskipun tidak satu periode, kalau pernah menjabat itu mendapat bintang Mahaputra. Karena apa? Karena jabatan Panglima TNI dan Kapolri tidak ada periodenya. Presiden mau dipasang, selesai diberhentikan. Gatot termasuk yang ini," jelas Mahfud.

Simak video 'Gatot Nurmantyo Bakal Dapat Bintang Mahaputera dari Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penegasan Mahfud Md soal pemerintah tak bermaksud bungkam Gatot Nurmantyo di halaman selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2