Berkoteka, Warga Papua Tuntut Tahanan Timika Dibebaskan

Berkoteka, Warga Papua Tuntut Tahanan Timika Dibebaskan

- detikNews
Senin, 23 Jan 2006 12:22 WIB
Jakarta - Nuansa Papua mewarnai aksi demo warga provinsi paling ujung timur Indonesia di Jakarta. Mereka menuntut Polri membebaskan delapan orang yang ditengarai melakukan penembakan dua warga AS di Timika pada 2002 silam.Setidaknya seratus warga Papua menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Senin (23/1/2006) yang dilanjutkan dengan melakukan aksi serupa di depan Istana Merdeka, dan Kedubes AS.Mereka mengenakan berbagai macam kostum dan pakaian adat Papua, seperti koteka dan tombak. Ada juga yang menggunakan rumbai-rumbai dan berbagai macam hiasan di wajah khas Papua.Berbagai macam spanduk juga mereka gelar. Antara lain bertuliskan: "In West Papua Still Continue Genocide", "Bebaskan Delapan Tahan Sipil Tanpa Syarat", "PT Freeport Indonesia Hentikan Eksplorasi Pertambangan di Tanah Papua Segera" dan "Referendum for Papua".Sementara satu spanduk besar memuat empat tuntutan. Pertama, bebaskan tanpa syarat Pendeta Izak Onawame. Kedua, Freeport, TNI-Polri hentikan mendanai genocide di Papua. Ketiga, stop pengiriman TNI-Polri eks Aceh ke Papua. Keempat, tutup PT Freeport sekarang juga.Aksi mereka di Bundaran HI hanya berlangsung sekitar 15 menit yang dilanjutkan dengan long march ke Istana Merdeka. Mereka menggunakan jalur busway, akibatnya jalanan di sepanjang Jalan MH Tahmrin pun macet.Di depan Istana Merdeka, mereka melakukan orasi dan aksi teatrikal yang menggambarkan kekerasan TNI-Polri dan mempertanyakan penangkapan Pendeta Izak dan tujuh orang sipil lainnya.Juru bicara aksi Arkilaus Boho mengatakan, kasus Nil 62-63 adalah murni kepentingan TNI-Polri. Mereka sengaja menciptakan situasi yang tidak kondusif agar dana PT Freeport mengucur ke mereka. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads