9 Pemancing Terseret Ombak di Pantai Semarang

9 Pemancing Terseret Ombak di Pantai Semarang

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2006 20:19 WIB
Semarang - Ombak besar yang belakangan muncul di sekitar Pantai Jawa menelan korban. Di Semarang, 9 pemancing terseret ombak. Satu orang ditemukan tewas, dua selamat, dan enam lainnya hilang.Korban meninggal diketahui bernama Joko (38), warga Karanganyar, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Sedangkan enam korban yang hingga kini belum diketahui nasibnya masing-masing adalah, Radat (45), Paimo (50), Rosadi (35),Didit (19), Yudha (24), serta Suradi (35).Dua korban yang selamat adalah Nursadi (40) dan Solichin (30). Mereka berhasil lolos dari maut setelah sempat ditolong oleh kapal nelayan Tambaklorok, Tanjung Emas, Semarang.Informasi yang berhasil dihimpun detikcom menyebutkan, para pemancing itu tiba di dam yang terletak 2,5 mil di lepas pantai pelabuhan Tanjung Emas itu pagi hari, Minggu (22/1/20046). Dengan tiba-tiba, ombak besar menghantam mereka.Setelah jatuh ke laut, ke-9 orang itu berupaya saling berpegangan pada besi dan beberapa bagian dam. Namun kekuatan gelombang lebih besar, dan dalam waktu singkat menceraiberaikan mereka."Setelah ombak mereda, saya baru bisa minta tolong kepada kapal nelayan yang saat itu sedang melintas di sekitar dam. Tapi teman-teman sudah tidak kelihatan lagi," ujar salah satu korban selamat, Solichin.Setelah mendapatkan laporan, tim SAR Daerah Jawa tengah, Dinas Perhubungan, Linmas Pemkot Semarang, serta Pangkalan AL (Lanal) Semarang dikerahkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.Upaya evakuasi dan pencarian para korban terhalang oleh cuaca berupa kencangnya angin dan tingginya gelombang air laut. Perahu karet tim penolong tidak mampu berlabuh ke tengah atau titik musibah.Kemungkinan korban yang hilamg terseret ombak ke arah timur menuju perairan Demak. Pasalnya, berdasarkan informasi dari Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) arah angin bergerak kencang ke arah tersebut.Hingga pukul 15.00, pencarian korban masih dilakukan. Namun demikian, tiga jam berikutnya evakuasi dihentikan karena suasana di lokasi sudah mulai gelap. Pencarian korban akan dilakukan esok hari, Senin (23/1/2006). (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads