ADVERTISEMENT

Sekelompok Orang Beli Produk Prancis Lalu Dibakar, PPP: Bentuk Solidaritas

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 07:57 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PDIP dan PPP menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi. Diskusi itu membahas perihal TKI yang dihukum mati tanpa notifikasi.
Syaifullah Tamliha (Lamhot Aritonang/detikcom)

Aksi sweeping ini sebagai bentuk kecaman atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam. Seperti dilansir dari CNN Indonesia TV, Rabu (4/11), peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/11) sore. Para pemuda masuk ke sebuah minimarket, lalu mencari produk-produk asal Prancis.

Beberapa produk yang dibeli antara lain air mineral, susu, hingga pembersih muka. Setelah mereka membayar di kasir, produk itu kemudian dibuang di depan minimarket, ada juga yang dibawa ke markas GPI di Menteng, Jakarta Pusat, dan kemudian dibakar bersama poster bergambar Presiden Macron.

"Hari ini mengungkap kekecewaan terhadap penistaan oleh Presiden Prancis Macron, yaitu akan menarik produk-produk buatan dari Prancis untuk kita ambil, lalu kita musnahkan agar rakyat Indonesia tahu bahwa Prancis tak layak untuk kami," ujar salah satu pemuda saat sweeping di minimarket.

Seruan boikot produk Prancis juga bergema lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menganggap Macron tidak menghiraukan dan menggubris peringatan umat Islam sedunia. MUI meneken surat bernomor Kep-1823/DP-MUI/x/2020 itu terkait boikot produk Prancis, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Anwar Abbas dan Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi, tertanggal 30 Oktober 2020.

"Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak kepada pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Prancis serta mengambil kebijakan untuk menarik sementara waktu Duta Besar Republik Indonesia di Paris hingga Presiden Emmanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam sedunia," tulis MUI.


(isa/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT