Ada Perubahan Anggaran, Tak Ada Pelebaran Trotoar di Jakarta Tahun 2020

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 20:46 WIB
Kondisi proyek pelebaran trotoar di Cikini, Jakpus. Pemprov menyebut proyek ini memperburuk polusi di Jakarta
Ilustrasi proyek pelebaran trotoar. (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan perubahan anggaran dari Rp 87,95 triliun menjadi Rp 63,23 triliun di 2020. Jadi, ada beberapa proyek yang tidak dilaksanakan, seperti pelebaran trotoar.

"Iya kan APBD murni dari Rp 4,1 triliun, jadi Rp 1,3 triliun (untuk Dinas Bina Marga). Fokusnya hanya untuk operasional. Kan pemeliharaan, Satgas, PJLP, operasional dinas, dan tambal jalan-jalan berlubang pakai cold mix. Lainnya nggak ada," ucap Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (3/11/2020).

"Lainnya nggak ada, proyek-proyek kan dinolkan, skywalk dinolkan, trotoar dinolkan, bikin jembatan dinolkan," ucapnya.

Sementara itu, untuk dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 3,7 triliun, Dinas Bina Marga mendapat dana senilai Rp 835 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan flyover di Lenteng Agung, Tanjung Barat, dan Cakung, serta underpass Pasar Senen pada 2020.

"Dana PEN beda lagi. Dana PEN kita dapat sekitar Rp 835 miliar, itu untuk menyelesaikan proyek multiyears tiga flyover dan satu underpass mudah-mudahan 3 flyover di Tanjung Barat, Lenteng Agung, kemudian di Cakung selesai Desember ini," ucap Hari.

Hari menyebut saat ini keempat proyek tersebut sudah lebih dari 90 persen pengerjaan. Jadi, diperkirakan akhir tahun akan selesai.

"Ya pokoknya Desember, (sudah) 95 (persen)-lah. Tinggal finishing saja, tinggal 5 persenlah. Kita buat peresmian banyak di situ, LA (Lenteng Agung), Tanjung barat, Cakung, Senen," kata Hari.

Menurut Hari, proyek 3 flyover, dan satu underpass, mendapat pendanaan sekitar Rp 700 miliar. Sisanya, sekitar Rp 67 miliar, akan digunakan pada 2021.

"Untuk dana PEN cuma Rp 835 miliar, Rp 700 miliar sekian di 2020, dan Rp 67 miliar di 2021. Empat pekerjaan, 3 flyover satu underpass itu di 2020 mudah mudahan selesai. Yang belum selesai itu Jembatan Pesakih, dan Pasar Minggu itu 2021 enam projek itu pakai dana PEN," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020. Anggaran yang diusulkan adalah Rp 63,23 triliun sesuai dengan MoU dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2020.

Anies bercerita pertumbuhan ekonomi di Jakarta menurun di masa pandemi virus Corona (COVID-19). Hal itu berpengaruh terhadap APBD-P DKI Jakarta 2020.

"Realisasi perekonomian Jakarta pada triwulan II mengalami kontraksi sebesar -8,22 persen. Melambatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan II disebabkan oleh penurunan konsumsi rumah tangga dan investasi," kata Anies dalam pidatonya di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/11)

Soal dana PEN, Wakil Gubenur DKI Ahmad Riza Patria menjelaskan dana PEN tersebar untuk beberapa program. Ada untuk pengendalian banjir hingga pembangunan perumahan rumah DP 0%.

"Alokasinya banyak itu, alokasinya tersebar utamanya ke pengendalian banjir, lebih dari Rp 5 triliun, kemudian buat perumahan DP 0%, kan itu program," kara Riza saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/10).

Riza juga menyebut ada pengalokasian untuk melanjutkan proyek Jakarta International Stadium (JIS) dan pembangunan hotel Taman Ismail Marzuki (TIM). Riza mengatakan alasan pengalokasian itu untuk menepati apa yang telah menjadi janji Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Ada iya, kan semua diprioritaskan sesuai janji, pemimpin itu kan harus memenuhi janji, karena janjinya untuk banjir ya kita alokasikan, janjinya untuk rumah ya kita alokasikan, janji bangun stadion, kita bangun, janji untuk bangun budaya kan. Itu penting nanti teman-teman sastrawan, budayawan merasa nggak diperhatikan, jadi kan kita bangun supaya kita bisa optimalkan kebudayaan Jakarta khususnya. Jadi dialokasikan anggarannya termasuk stadion kan perlu karena kan janji juga," ujarnya.

(aik/man)