Mahasiswa Makassar Minta Peserta Demo Dibebaskan, Polisi: Silakan Praperadilan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 14:49 WIB
Makassar -

Massa mahasiswa di Kota Makassar pada Senin (2/11) lalu berunjuk rasa di Mapolrestabes Makassar menuntut rekan mereka, Supianto alias Ijul, yang ditangkap akibat demo omnibus law ricuh, dibebaskan. Polisi menegaskan penangkapan dan penetapan tersangka Ijul sudah sesuai prosedur dan meminta mahasiswa menempuh jalur praperadilan.

"Silahkan melakukan proses praperadilan apabila dianggap (penangkapan hingga penetapan tersangka) itu tidak benar," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat ditemui di kantornya, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (3/11/2020).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo (Hermawan-detikcom).Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo (Hermawan/detikcom)

Ibrahim menyebut penyidik tidak serta merta menangkap dan menetapkan seseorang jadi tersangka tanpa disertai alat bukti yang cukup. Untuk itu, para mahasiswa didorong untuk menempuh cara yang konstitusional dengan cara mengajukan praperadilan.

"Jadi bukan dengan cara membangun isu- isu di luar kemudian komplain. Ini kan sama saja menyesatkan masyarakat dengan pemahaman yang tidak dipahami jadi kita prihatin dengan kondisi itu," kata Ibrahim.

Dia juga mengatakan, Ijul memiliki peran aktif dalam peristiwa kericuhan perusakan kantor NasDem dan pembakaran ambulans saat demo ricuh di Jl AP Pettarani, Makassar, pada Kamis (22/10).

"Kemudian yang di Pettarani, si Ijul itu kan dia yang bagi-bagi bom molotov, dia yang mengajak untuk serang itu. Jadi itu direncanakan dan Ijul-lah yang provokasi," beber Ibrahim.

Ibrahim menyebut Ijul, yang ditetapkan tersangka dalam kasus demo ricuh di Jalan AP Pettarani, memiliki peran penting sehingga demo ricuh. Simak pernyataan Ibrahim berikut ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3