Jokowi: Perhutanan Sosial Tak Sebatas Terbitkan SK, Perlu Ada Pendampingan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 11:06 WIB
Presiden Jokowi terlihat sangat semringah saat panen raya jagung di lahan Program Perhutanan Sosial, Desa Ngimbang, Tuban, Jawa Timur.
Presiden Jokowi saat menyerahkan SK perhutanan sosial di Tuban, Jawa Timur. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masalah perhutanan sosial tidak sebatas pemberian izin ataupun surat keputusan (SK). Jokowi meminta perlunya ada pendampingan bagi masyarakat penerima manfaat.

"Saya juga mengingatkan bahwa perhutanan sosial bukan hanya sebatas pemberian izin kepada masyarakat, mengeluarkan SK kepada masyarakat, tetapi yang paling penting pendampingan untuk program-program lanjutan sehingga masyarakat sekitar hutan memiliki kemampuan betul dalam memanajemeni SK yang telah diberikan," kata Jokowi dalam rapat terbatas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Jokowi menyampaikan, perhutanan sosial perlu dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Misalnya, digunakan untuk bisnis ekowisata, bioenergi, ataupun hasil hutan bukan kayu.

"Yaitu untuk masuk ke dalam aspek bisnis perhutanan sosial yang tidak hanya agroforestry, tetapi bisa masuk ke bisnis ekowisata, bisnis agrosilvopastoral, bisnis bioenergi, bisnis hasil hutan bukan kayu, ini banyak sekali. Bisnis industri kayu rakyat. Semuanya sebetulnya menghasilkan, bisa mensejahterakan, tetapi sekali lagi pendampingan ini sangat diperlukan," tutur Jokowi.

Jokowi berpesan, pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat perhutanan sosial perlu terintegrasi. Perlu ada penyiapan sarana-prasarana sampai pelatihan.

"Pendampingannya harus terintegrasi yang dimulai tentu saja setelah SK diberi, ada penyiapan sarana dan prasarana produksi, pelatihan, saya kira kalau untuk dilakukan, saya meyakini kelompok usaha perhutanan sosialnya akan bisa berkembang dengan baik," ujar Jokowi.

Lantas, apa yang dimaksud dengan program perhutanan sosial?

Selanjutnya
Halaman
1 2