Aktivis WWF Riau di Taman Nasional Diancam Warga

Aktivis WWF Riau di Taman Nasional Diancam Warga

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2006 17:00 WIB
Pekanbaru - Sejumlah aktivis World Wildlife Fund (WWF) Riau di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) diancam warga desa untuk hengkang dari lokasi tersebut. Ancaman ini disebabkan adanya penutupan akses jalan menuju kawasan taman nasional. Ada dugaan, warga ini diprovokasi pelaku illegal logging.Pengancaman itu dilakukan ratusan warga asal Desa Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Uki, Kabupaten Pelalawan-Riau. Kantor WWF Riau di Desa Kembang Bunga itu dikepung warga desa. Mereka memaksa aktivitis WWF untuk hengkang dari sana."Kami menduga kedua masyarakat desa itu diprovokasi para cukong kayu. Kita sempat diancam untuk segera meninggalkan lokasi tempat kita kerja. Syukurlah, pihak kepolisian bisa mengatasi masalah tersebut," kata aktivis WWF Riau Fadli di kantornya kepada detikcom, Minggu (22/01/2006).Kejadian pengusiran aktivis WWF terjadi pada Jumat (20/1/2006) lalu. Waktu itu, ratusan warga dari dua desa berbondong-bondong mendatangi kantor WWF. Dengan beringas, warga menuding kehadiran WWF telah mengganggu aktivitas warga yang selama ini hidup dari hasil penebangan kayu.Fadli menjelaskan, provokasi para pelaku illegal logging ini, diduga disebabkan penutupan akses jalan koridor milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sejak 9 Januari 2006 lalu. Penutupan jalan dilakukan dari lokasi HTI PT RAPP menuju ke kawasan TNTN."Ya mungkin saja, para cukong kayu itu menduga penutupan jalan ke kawasan taman nasional karena adanya aktivitas WWF di sana. Padahal penutupan jalan itu kebijakan Pemerintah provinsi Riau dalam mengatasi praktek illegal logging," kata fadli.Selama ini, urai Fadli, jalan koridor PT RAPP dari HTI dilanjutkan pelaku illegal logging sampai ke kawasan taman nasional. Dari sanalah kayu-kayu illegal dikeluarkan para cukong. Menurut Fadli, di lokasi TNTN sedikitnya ada 8 aktivis yang saban hari berada di lokasi. Para aktivis WWF itu sendiri tugasnya melatih 4 ekor gajah liar dengan 8 orang pawang gajah. WWF sendiri, pada prinsipnya menyetujui penutupan jalan ke kawasan taman nasional. Selama ini kawasan taman nasional Tesso Nilo sangat rawan akan aktivitas pembalakan liar yang melibatkan masyarakat setempat."Kalau jalan menuju ke TNTN tidak diputus, kami khawatir pembalakan liar akan tetap berlanjut. Kalau terus dibiarkan, maka Tesso Nilo sebagai kawasan konservasi gajah, bakal terganggu," papar Fadli. (ahm/)


Berita Terkait