Wisuda UMN ke-17, Wisudawan Diajak Jadi Insan Kreatif di Tengah Pandemi

Content Promotion - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 17:12 WIB
Wisuda
Foto: UMN
Jakarta -

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar wisuda secara daring untuk pertama kalinya. Wisuda UMN ke-17 yang diikuti oleh 257 wisudawan itu mengusung tema 'Menjadi Insan Kreatif di Tengah Pandemi'. Tema diambil sebagai respon UMN terhadap kondisi pandemi.

Rektor UMN Ninok Leksono dalam sambutannya mengajak seluruh wisudawan untuk tidak menyerah pada situasi apapun termasuk pandemi. Dia menuturkan di balik tantangan pandemi yang dihadapi bangsa ini, pasti ada peluang bagi lulusan baru dalam berkarya.

"Ini kami maksudkan agar wisudawan tidak menyerah pada situasi sulit. Percayalah pada falsafah Pada setiap tantangan ada peluang, untuk itu para wisudawan harus menggali kreativitas," jelas Ninok dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

WisudaRektor UMN Ninok Leksono Foto: UMN

Senada dengan Rektor, Ketua Wisuda ke-17 UMN, Boby Arinto, juga mengajak wisudawan untuk tidak menyerah dan mencari solusi dari persoalan yang terjadi di sekitar. Sebab, situasi pandemi COVID-19 membuat setiap orang harus kreatif menciptakan terobosan untuk mencari jalan keluar persoalan hidup dan bahkan membuka peluang baru.

"Oleh karena itu kami merasa tema ini sangat penting dan relevan untuk diangkat sebagai tema wisuda. Kami berharap para Wisudawan UMN dapat memiliki semangat juang yang tinggi dan kreatif di masa sulit sekalipun," ungkap Boby.

Boby mengungkapkan pada awalnya Wisuda XVII UMN direncanakan akan dilaksanakan secara luring pada bulan Juni 2020. Namun, karena adanya pandemi acara ditunda di bulan Desember 2020 dan kemudian diputuskan kembali wisuda dilangsungkan secara daring kemarin (31/10)

"Bagi Keluarga UMN, kesehatan dan keselamatan adalah prioritas utama. Protokol kesehatan wajib diterapkan. Meski berlangsung secara daring, panitia telah merancang wisuda kali ini sedemikian rupa sehingga wisuda dapat interaktif, istimewa dan tetap berkesan bagi para wisudawan, orang tua dan setiap orang yang ikut menyaksikan," jelas Boby.

Diketahui, Wisuda XVII UMN juga menghadirkan pakar pengembangan diri dari Expert Consultant, Eileen Rachman. Eileen dihadirkan untuk bisa menginspirasi dan memotivasi para alumni untuk menjadi insan kreatif di tengah pandemi.

"Secara formal mungkin anda melihat bahwa angkatan 2020 sulit mencari kerja. Namun jika kita melihat secara optimis dan jika kita melakukan inovasi kreatif kayaknya enggak deh," tuturnya.

WisudaExpert Consultant, Eileen Rachman Foto: UMN

Menurut Eileen, angkatan 2020 akan menjadi angkatan yang paling kuat karena angkatan 2020 dihadapkan dengan ketidakpastian sehingga memiliki pola pikir dan cara kerja untuk terus beradaptasi. Selain itu, Eileen juga memaparkan banyak unsur kreativitas yang bisa dimaknai oleh wisudawan.

"Kreativitas bukan hanya semata membangun yang sama sekali baru, tetapi juga bisa memanfaatkan yang ada namun dengan sudut pandang atau cara yang berbeda. Ditambah dengan memiliki prinsip berpikir untuk kreatif ini menjadi nilai tambah untuk kualitas diri anda," paparnya.

Sebagai informasi, Lulusan Terbaik Wisuda XVII UMN diberikan kepada lulusan Prodi Informatika 2016, Calvin Chandra Gunawan. Dia meraih IPK 3.96, selama berkuliah ia aktif menjadi anggota UMN TV dan menjadi asisten laboratorium prodi. Bahkan pernah mendapat penghargaan asisten laboratorium terbaik.

Tak hanya itu, ia juga mendapatkan berbagai prestasi dari lomba yang ia ikuti seperti Hackathon Kompas Gramedia dan Computer Science Innovative Challenge (CSIC). Secara profesional, Calvin juga sempat melakukan kerja magang di International Games Broadcast Services (host broadcaster dari Asian Games 2018)

Prestasi wisudawan periode XVII berikutnya diraih oleh Clara Tania lulusan Sistem Informasi 2016 yang meraih predikat Cendekia Utama. Ia mendapat prestasi ini karena aktif di banyak organisasi serta rutin mengikuti lomba mewakili UMN.

Pada periode Wisuda XVII ini, juga terpilih delapan wisudawan terbaik yang mewakili masing-masing prodi, di antaranya Calvin Chandra Gunawan dari prodi Informatika, Clara Tania dari prodi Sistem Informasi, Ellianto dari prodi Teknik Komputer, Stevany dari prodi Akuntansi, Cindy Claudia dari prodi Manajemen, Saras Wening Purbawihayu dari prodi Ilmu Komunikasi, Venia Hefira dari prodi DKV, dan Catherine Cindy Natalie dari prodi Film.

(ads/ads)