Tipu WNI dengan Modus Tolak Bala, 2 WN China di Pekanbaru Ditangkap

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 16:51 WIB
Konferensi pers penangkapan 2 WN China dan 1 WNI penipu bermodus tolak bala
Foto: Konferensi pers penangkapan 2 WN China dan 1 WNI penipu bermodus tolak bala (Chaidir Anwar Tanjung-detikcom)
Pekanbaru -

Polisi menangkap dua warga negara (WN) China dalam kasus penipuan dengan modus hipnotis. Pelaku menyasar warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa dalam aksinya.

"Mereka ini melakukan aksi penipuan lintas provinsi. Di Pekanbaru, korban aksi penipuan mereka terhadap warga bernama Yusni (57) keturunan tiongkok warga Jl A Yani," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu'min Wijaya kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Nandang menjelaskan, dua pelaku berinisal YXY (36) dan LXY (45). YXY dan LXY dibantu oleh seorang WNI, MAD (30) warga Tanjung Batu, Singkawang, Kalimantan Barat dan warga Taiwan berinisial AL yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Sasaran mereka ini adalah kaum ibu keturunan Tiongkok di Pekanbaru yang percaya tentang mistis tolak bala bawang hijau, tradisi zaman dulu. Mereka ini sudah melakukan modus penipuan sejak awal September 2020 lalu di Jakarta dengan modus yang sama," ujar Nandang.

Nandang menyebut otak kejahatan ini sebenarnya adalah AL. Sementara MAD, YXY dan LXY adalah orang yang dipertemukan dengan korban.

"Para korban nantinya diajak ke dalam mobil mereka. Korbannya dibujuk agar menyerahkan perhiasan dan sejumlah uang kepada mereka. Korban yang terhipnotis merasa yakin sehingga menyerahkan seluruh perhiasan dan uangnya.

"Korbannya di Pekanbaru sampai menyerahkan perhiasannya senilai Rp 700 juta. Korbannya hanya diberikan dua bungkus tisu berisikan 1.000 pieces, satu botol air mineral yang dianggap air suci penolak bala, serta dua plastik berisi garam. Menyuruh korban untuk membukanya setelah sampai di rumah," ungkap Nandang.

Setelah menjadi korban penipuan, lanjut Nandang, korban tersebut diturunkan di jalan. Tak lama korban pun sadar telah menjadi korban penipuan dengan cara dihipnotis. Korban pun selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pekanbaru.

"Dari hasil penyelidikan, para tersangka diketahui berada di Jambi yang menginap di hotel. Dari penangkapan tersebut mereka kini sudah kita tangkap dan dibawa ke Pekanbaru," tutur Nandang.

(cha/aud)