TNI Bantah Lakukan Pembantaian di Timor Leste
Minggu, 22 Jan 2006 16:16 WIB
Jakarta - Mabes TNI membantah laporan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao, ke PBB tentang pembantaian warga Timor oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini TNI dan Polri. Dalam laporan disebutkan 180 ribu warga Timor dibunuh dengan menggunakan racun natrium palmitrat (Napalm). "Saya sangat tidak yakin dengan jumlah sekian besarnya itu akibat dari apa yang dilakukan TNI dan Polri pada masa itu. Jadi itu tidak benar ," tegas Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kepada wartawan usai pemakaman mantan Mendagri Rudini di TMP Kalibata, Jl Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta selatan, Minggu (22/1/2006).Soal kelaparan, Panglima TNI menegaskan, semenjak dirinya menjadi letnan dan pernah bertugas di Timtim, tidak pernah ada upaya sengaja dari TNI untuk membuat warga setempat mati kelaparan."Itu tidak benar sama sekali. Kalaupun ada kelaparan, mungkin karena situasi peperangan bisa saja menyebabkan kekurangan makan. Hal itu bukan suatu kesengajaan TNI," ujar Tarto. Menindaklanjuti persoalan ini, Tarto akan mengecek data lama yang dimiliki TNI terkait konflik di Timtim sejak tahun1975. "Kita akan cek kembali, saya yakin itu ada. Kita cek kembali kebenarannya," tutur Panglima TNI.Panglima juga berharap, apa pun yang terjadi saat ini tidak merusak hubungan kedua negara yang semakin baik. TNI sendiri belum akan memberikan data kepada PBB sebagai counter laporan Xanana dengan alasan karena belum menerima tembusan laporannya. "Kalau pun ada itu merupakan kewenangan kedua negara, bukan TNI," ujarnya.
(ndr/)











































