KSPI Pastikan Demo Berjalan Damai, Minta Polisi Cegah Provokator

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 08:50 WIB
Sejumlah organisasi buruh melakukan aksi unjuk rasa di Patung Kuda, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (22/10/2020). Mereka menolak undang-undang omnibus law dan meminta presiden menerbitkan perpu
Ilustrasi demo buruh (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan bahwa gelaran aksi demo akan berjalan dengan tertib dan damai. Namun, KSPI meminta agar polisi mencegah provokator menyusup ke massa pengunjuk rasa.

"Kami mengimbau kepada aparat kepolisian agar sedapat mungkin dicegah adanya provokasi dari bukan massa pengunjuk rasa. Dari internal kami ingin pastikan bahwa aksi besok adalah aksi damai," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyo, kepada wartawan, Minggu (1/11/2029).

Kahar mengatakan para buruh telah menentukan titik kumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada pukul 10.00 WIB. Mereka, kata dia, akan melanjutkan perjalanan untuk demo di depan MK hingga Istana Merdeka.

"Titik kumpul di Patung Kuda, kita rencana mau ke MK dan Istana," ujar Kahar.

Kabar menegaskan bahwa aksi yang digelar buruh kali ini akan berjalan damai dan tanpa kekerasan. Dia menyebut buruh melakukan aksi dengan cara yang terukur, terarah dan konstitusional.

"Terukur artinya kami sedapat mungkin mengendalikan maksa aksi, karena mereka anggota serikat buruh. Terarah dalam artian apa yang kami tuntut itu jelas soal pencabutan Cipta Kerja dan meminta agar upah tahun 2021 agar dinaikkan," katanya.

"Konstitusional tentu kami melakukan aksi berdasarkan undang-undang tentang penyampaian pendapat di muka umum itu," sambungnya.