18 Ribu Produk Pasar Tradisional di Tasikmalaya Terjual via Tokopedia

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 09:23 WIB
Tokopedia bersama Bank Indonesia Tasikmalaya dan Pemkot Tasikmalaya dorong digitalisasi Pasar Cikurubuk, salah satu pasar tradisional terbesar di Tasikmalaya.
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Tokopedia bersama Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya dan Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong digitalisasi Pasar Cikurubuk, salah satu pasar tradisional terbesar di Tasikmalaya. Melihat antusias masyarakat, kini Pasar Cikurubuk Online meningkatkan operasional pelayanannya dari 5 hari menjadi 7 hari dalam seminggu.

Hal itu disebabkan proses digitalisasi Pasar Cikurubuk yang telah dilakukan sejak April 2020 ternyata mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Per Oktober 2020, penjualannya di Tokopedia mencapai lebih dari 18 ribu produk.

Bagian Perekonomian Setda Kota Tasikmalaya sekaligus Tim Teknis Pasar Cikurubuk Online, Ramdhan mengungkapkan sejak awal pandemi, hampir semua pedagang di Pasar Cikurubuk mengalami penurunan omzet hingga 50%. Pemkot Tasikmalaya merupakan pemerintah daerah pertama yang melakukan digitalisasi pasar tradisional lewat Tokopedia.

"Melihat kondisi ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya bersama Tokopedia dan BI telah meluncurkan Pasar Cikurubuk Online untuk menghadirkan inovasi pada pasar tradisional lewat teknologi," ujar Ramdhan dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

Ia mengatakan Koperasi Pasar Cikurubuk dilibatkan untuk membantu menyosialisasikan konsep baru ini kepada masyarakat. Koperasi pasar turut mengelola akun bersama milik pedagang pasar sekaligus berperan membagi hasil penjualan kepada para pedagang.

"Upaya kolaborasi dengan berbagai pihak ini diharapkan dapat membantu para pedagang mempertahankan usaha sekaligus memulihkan perekonomian daerah," ujar Ramdhan.

Sementara itu, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, mengatakan inisiatif Pasar Cikurubuk Online ini bisa membantu lebih banyak pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM yang berdagang di pasar tradisional, beradaptasi di tengah pandemi, demi menjaga usahanya tetap berjalan dan lebih jauh lagi, berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga menciptakan peluang lewat teknologi," ujar Astri.

Adapun proses digitalisasi Pasar Cikurubuk yang telah dilakukan sejak April 2020 ternyata mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Per Oktober 2020, penjualannya di Tokopedia mencapai lebih dari 18 ribu produk.

Selain itu, masyarakat Tasikmalaya dapat memanfaatkan layanan kurir pengiriman instan sehingga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pokok rumah tangga, seperti sembako, sayur dan rempah, buah-buahan, makanan siap saji, sabun hingga berbagai produk fesyen dalam waktu singkat.

Diungkapkan Astri, digitalisasi Pasar Cikurubuk ini juga mendukung upaya jaga jarak untuk mengurangi risiko penularan virus COVID-19 di tempat ramai. Kesuksesan kolaborasi ini nantinya akan dijadikan sebagai salah satu percontohan oleh Kementerian Perdagangan RI dan akan diimplementasikan di program Pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) milik Kementerian Perdagangan RI.

(akn/ega)