Kopri Endus Jual Beli SK Pegawai
Minggu, 22 Jan 2006 12:35 WIB
Jakarta - Belum selesai kontroversi kebijakan prioritas pegawai honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS), masalah kembali timbul. Diduga, telah terjadi manipulasi dan penyimpangan jual beli SK honorer oleh oknum pejabat supaya orang luar dengan gampang bisa menjadi PNS."Hal ini sangat mungkin terjadi, karena seorang pegawai honorer harus memiliki SK pengangkatan yang ditandatangani oleh pejabat yang menjadi atasan langsung," kata Direktur Koalisi Pemantau Reformasi Birokrasi (Kopri) As'ad Nugroho dalam rilisnya pada detikcom, Minggu (22/1/2006).Karena menurut As'ad, berbekal surat tersebut, sesuai dengan kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) Taufiq Effendi, setiap pegawai honorer akan diangkat menjadi PNS."Dengan demikian bisa dikatakan bawa SK honorer ini merupakan tiket yang pasti bisa mengantarkan seseorang menjadi PNS," tambah As'ad.As'ad menjelaskan, untuk memastikan jumlah tenaga honorer, pemerintah telah memberi batas waktu kepada seluruh pegawai honorer yang ada untuk mendaftarkan di instasi tempatnya bekerja hingga 15 Januari 2006.Dan, menurut peraturan BKN No 21 Tahun 2005, daftar pegawai honorer yang terkumpul harus dipublikasikan lewat media massa dan media lainnya yang terjangkau oleh masyarakat agar mendapat pengawasan dari publik. "Hal ini dimaksudkan agar masyarakat bisa mengecek, apakah orang-orang yangterdaftar ini benar-benar pegawai honorer atau mereka-mereka yang mendapatkan SK yang dibeli," papar As'ad.Namun, keluh As'ad, hingga batas waktu yang ditentukan, belum ada satu pun pengumuman soal daftar pegawai honorer tersebut. Dikhawatirkan As'ad, jika pengumuman ini molor dari jadwal yang ditentukan dapat terjadi manipulasi data. "Sehingga masyarakat tidak mengetahui dan tidak dapat mengawasinya," tandas As'ad.Keterlambatan pengumuman juga dapat mengakibatkan terganggunya jadwal rekrutmen yang telah ditentukan seperti pengumuman dibukanya rekrutmen CPNS, pada tanggal 20 Januari 2006. Lalu pengiriman lamaran, tanggal 23 Januari - 8 Februari 2006. Dilanjutkan Tes CPNS, tanggal 11 Februari 2006 dan pengumuman hasil tes CPNS yang diperkirakan pada bulan Maret 2006."Sebab itu kita mendesak kepada MenPAN dan jajaran panitia pengadaan CPNS 2005/2006 untuk segera mempublikasikan seluruh daftar pegawai honorer secara nasional," tegas As'ad.
(ahm/)











































