Para Jenderal Layat Rudini
Minggu, 22 Jan 2006 10:43 WIB
Jakarta - Para pelayat mulai berdatangan ke rumah Mendagri era Soeharto, Jenderal (Purn) Rudini, di Jl Fatmawati No 23 Jakarta Selatan, Minggu (22/1/2006). Di antara pelayat tampak sejumlah jenderal seperti Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono dan mantan Mendagri Letjen (Purn) Syarwan Hamid. Jenazah Rudini ditempatkan di peti jenazah di ruang tengah rumah duka. Peti itu ditutupi kain coklat dan terpasang foto diri Rudini dengan seragam militernya. Foto itu juga dikalungi rangkaian bunga melati. Selain para pelayat, keluarga almarhum, terutama istri dan kedua anak Rudini, tampak khusyu' berdoa serta memandangi wajah Rudini untuk terakhir kalinya.Pria kelahiran Malang, 15 Desember 1929 ini meninggal sekitar pukul 23.00 WIB Sabtu (21/1/2006) di RS Pondok Indah. Menurut penuturan anak Rudini, Dina (30), sebelumnya pada pukul 17.00 WIB, Rudini datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Lalu pada saat berlangsung proses cuci darah secara tiba-tiba Rudini terkena serangan jantung.Akibatnya, tim dokter memutuskan untuk menghentikan proses cuci darah. Setelah dihentikan, denyut nadi Rudini sempat menghilang. Untuk mengembalikan denyut nadi, dokter menggunakan alat pemacu jantung, dan hal ini berhasil memulihkan denyut nadi Rudini.Namun demikian, walaupun denyut nadi Rudini kembali normal, kondisi pria berbintang empat ini terus memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.Rudini sempat memimpin 52 anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilihan umum dengan kontestan multipartai (48 partai politik dengan beragam asas dan kepentingan) pertama setelah 44 tahun pada Pemilu 1999.Hingga pukul 10.40 WIB, para pelayat masih terus mengalir ke rumah duka. Saking banyaknya pelayat, lalu lintas Jalan Fatmawati menuju Blok M pun tersendat.
(ahm/)











































