Gus Dur: Jangan Buru-buru Buat RUU Pornografi

Gus Dur: Jangan Buru-buru Buat RUU Pornografi

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2006 01:05 WIB
Jakarta - Rancangan UU Pornografi dan Pornoaksi saat ini tengah digodok oleh DPR. DPR pun mengundang Rhoma Irama dan Inul Daratista untuk meminta masukan. Namun itu belum cukup, RUU ini harus dibahas lebih dalam lagi."Jangan buru-buru bikin RUU Pornografi, soalnya nanti kalau terburu-buru dibelakangnya mengubahnya sulit. Belum tentu itu jalan terus, pasti ada perubahan-perubahan kan," kata mantan Presiden RI Abdurahman Wahid saat dialog dengan wartawan tentang situasi politik sekarang di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (21/1/2006).Gus Dur menambahkan kenapa harus terburu-buru merancang Undang-undang tersebut, sementara UU No 14 tahun 1992 tentang lalu-lintas saja dirancang selama puluhan tahun. "Berdasarkan UU yang ada, orang baris saja udah goyang (Sambil tertawa). Berani larang tentara baris," celetuknya.Disinggung mengenai pengenaan UU serupa di Singapura, Gus Dur hanya menjawab. "Ya nanti lah, kita lihat dulu bagaimana pelaksanaannya, pelajari lebih mendalam jangan terburu-buru. Kan buru-buru ga baik, itu kan hanya ketakutan. Mumpung kuasa," kata Ketua Dewan Syuro PKB ini.Ketika ditanya mengenai akan beredarnya majalah Playboy versi Indonesia pada bulan Maret ini, Gus Dur enggan berkomentar. Dia mengaku itu bukan urusannya. "Loh kok tanya saya? Saya gak pernah beli playboy, baca playboy. Soal setuju gak setuju, gak segampang itu," ujarnya dengan tersenyum. (ddn/)


Berita Terkait