Sambut Kalla, Pimpinan GAM Minta Komitmen Soal MoU
Sabtu, 21 Jan 2006 23:10 WIB
Jakarta - Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meminta pemerintah Indonesia tetap berkomitmen pada nota kesepahaman yang sudah disepakati di Finlandia.Terutama dalam hal menciptakan kondisi politik dan hukum melalui undang-undang baru tentang penyelenggaraan pemerintahan di Aceh."Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia yang sampai sekarang tetap komitmen dengan isi Nota Kesepahaman Helsinki. Untuk itu saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar pimpinan GAM Malik Mahmud melalui surat elektronik yang dikirimkan ke detikcom, Sabtu (21/1/2006).Malik yang hari ini bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan mantan Presiden Finlandia, Marti Ahtisaari di Finlandia mengatakan perdamaian di bumi Aceh harus terus dipupuk."Tentu saja, perdamaian yang masih berusia muda ini harus dipelihara dan juga harus diawasi oleh semua pihak dari gangguan pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan perdamaian dan keamanan tercipta di Aceh," ujarnya.Malik mengucapkan terima kasih atas dukungan Tim Aceh Monitoring Mission (AMM), Sekjen PBB Kofi Annan, dan pihak-pihak yang membantu proses perdamaian di Aceh. Sesuai dengan isi Nota Kesepahaman Helsinki, lanjutnya GAM telah merubah institusi Tentara Negara Aceh (TNA) dari militer menjadi sipil. Dengan ini, GAM akan menitikberatkan perjuangan secara politik dalam usaha memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara yang adil, jujur, dan bermartabat. Malik juga meminta kepada pihak AMM agar tetap menjalankan tugas pemantauan proses perubahan peraturan perundang-undangan sampai undang-undang baru tersebut benar-benar terlaksana di Aceh.Dan selanjutnya AMM dapat memantau semua proses perdamaian di Aceh seperti yang tercantum dalam Nota Kesepahaman Helsinki.
(ddn/)











































