Pemerintah Pilih-pilih Kasus Korupsi
Sabtu, 21 Jan 2006 21:03 WIB
Jakarta - Pemerintah saat ini tengah berupaya memberantas korupsi. Beberapa koruptor kelas kakap berhasil ditangkap, seperti Gubernur Aceh Abdullah Puteh, dan terakhir yang hangat yakni mantan Dirut Bank Servitia David Nusa Wijaya diciduk Polri dari AS.Namun menurut mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur, pemerintah setengah-setengah memberantas korupsi atau bahasanya Gus Dur kasus pilihan."Oh itu kasus-kasus pilihan, kasus pilihan diperiksa. Yang kagak gak boleh," katanya saat berdialog dengan wartawan tentang situasi politik sekarang di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (21/1/2006).Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini menambahkan kalau memang pemerintah menginginkan citra pemerintahan yang benar-benar bersih jangan suka pilih-pilih kasus dan jangan pernah menutup-nutupi dari masyarakat.Gus Dur mencontohkan kasus penyelundupan BBM di Terminal Lawe-lawe Kalimantan Timur yang merugikan negara sebanyak Rp 8,8 triliun."Saya mau tanya satu hal. Itu yang namanya selundupan minyak lewat pipa-pipa yang besarnya 1,5 Meter di Kalimantan. Yang boleh periksa itu siapa, gitu aja gampang? Wartawan gak boleh ngutak-atik sama sekali," tambahnyaKetika ditanya wartawan apakah ketika dirinya menjadi Presiden dahulu apa pernah dilobi koruptor, Gus Dur menjawab dirinya sering dilobi namun dia menolak.Ketika didesak lagi lobinya seperti apa dan siapa yang melobi, Gus Dur seperti biasa menjawab sambil guyon. "Lobinya, lobi HI, lobi hotel (sambil tertawa), Saya kadang-kadang suka lupa," ujarnya disambut gelak tawa wartawan.
(ddn/)











































