Patung Bunda Maria Ambruk, Umat Diingatkan Berjaga-jaga
Sabtu, 21 Jan 2006 18:52 WIB
Kupang - Ambruknya Patung Bunda Maria Segala Bangsa di NTT dianggap sebagai pertanda, seperti bencana atau berkat. Umat Katolik pun diingatkan untuk tetap berjaga-jaga dan berdoa.Demikian pendapat Romo Florens Un Bria, Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Kupang saat dihubungi detikcom melalui telepon, Sabtu (21/1/2006).Namun menurut dia, patung tersebut sesungguhnya hanya miring seperti Menara Pisa di Italia. Patung itu bergantung di tiang topang, sehingga dari jauh seperti pohon yang tumbang."Secara iman, kemiringan Patung Bunda Maria Segala Bangsa mengingatkan agar umat berjaga-jaga. Kemungkinan besar akan terjadi bencana atau mungkin juga berkat," kata Romo Florens.Diyakininya, kejadian itu memberikan pertanda akan terjadi sesuatu yang luar biasa. "Ini memberikan peringatan bagi umat Katolik untuk tetap berdoa," ujarnya.Menurut Romo Florens, kejadian ini tidak akan menggoyahkan iman umat Katolik untuk tetap mengimani Bunda Maria sebagai simbol umat Katolik di dunia.Kondisi berbeda mengenai patung di Bukit Keli, Desa Nilo, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, itu disampaikan Asisten Pembangunan Setda Kabupaten Sikka, Henyo Kerong.Patung itu awalnya miring karena diterjang angin kencang, kemudian patah pada bagian kaki, lalu akhirnya rubuh, tangan dan mahkota patung menyentuh tanah, tapi bagian kakinya masih tetap tegak di bola dunia.
(ddn/)











































