Gus Dur: 22 Pengusaha Beras Lakukan Penimbunan
Sabtu, 21 Jan 2006 17:39 WIB
Jakarta - Ceplos dan main tunjuk, itu sudah jadi gaya Gus Dur. Kali ini 22 pengusaha beras dituding telah melakukan penimbunan. Jika mereka dibekuk, maka tidak perlu impor beras."Kalau dihitung, tidak perlu impor. Tapi kenapa kok persediaan beras di pasaran tidak ada? Ini karena ditimbun oleh sejumlah pengusaha itu. Tugas pemerintah, cari penimbunan beras itu, bukan malah impor," cetusnya.Hal ini disampaikan mantan Presiden Gus Dur dalam dialog dengan wartawan di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2006).Menurutnya, beberapa dari 22 pengusaha itu berasal dari pengusaha, partai politik, bahkan anggota DPR. Namun dia menolak menyebut nama-nama yang ditudingnya."Untuk apa sebut nama, wong nggak bisa mengatasi. Ada yang dari partai, tapi saya nggak mau jawab. Tahu juga saya tidak mau jawab. Saya nggak mau sebut inisial," ketusnya saat dirayu wartawan.Terhadap pengusaha yang menimbun beras, Gus Dur mengimbau agar pemerintah segera membekuknya. "Harusnya dibongkar. Seperti di Solo ditemukan gudang beras 600 ton. Nah, jangan-jangan tempat lain malah lebih," kata dia.
(wiq/)











































