TNI Minta Kasus Pengeroyokan Diusut karena Banyak Touring Moge Arogan

Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 21:22 WIB
Dua tersangka pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi ditahan di kantor polisi (dok Istimewa)
Foto: Dua tersangka pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi ditahan di kantor polisi (dok Istimewa)
Bukittinggi -

Pihak Kodim 0304/Agam meminta kasus pengeroyokan terhadap 2 praujuritnya oleh anggota klub motor gede (moge) diusut tuntas. Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam, Letkol Arh Yosip Brozti Dadi saat kejadian kedua anggotanya sudah menghindar dan menepi ke pinggir jalan saat rombongan touring moge lewat.

"Keduanya anggota unit intel Kodim. Mereka sudah minggir dan keluar dari bahu jalan saat diminta menepi oleh rombongan di depan. Tapi ada rombongan yang tertinggal dan terpisah di bagian belakang masih menyuruh minggir juga, sehingga terjadi adu mulut yang berujung penganiayaan terhadap anggota saya," kata Yosip Brozti Dadi kepada detikcom, Sabtu (31/10/2020).

Ia menyebut, persoalan yang menimpa anggota Kodim 0304/Agam itu sudah dilaporkan ke Korem 032/Wirabraja dan Kodam 1/Bukit barisan. "Kita komitmen untuk mendorong persoalan ini ke ranah hukum. Kita laporkan ke Polres untuk proses hukum," katanya.

Letkol Yosip meminta pelaku pengeroyokan yang telah ditetapkan sebagai tersangka diproses sesuai hukum yang berlaku. Menurut dia, tidak ada warga negara di Indonesia yang tidak kebal hukum. Ia ingin ada efek jera, karena selama ini ada banyak rombongan moge yang bersikap arogan di jalan raya.

"Apa yang dilakukan moge tidak bisa kita benarkan. Banyak sekali kegiatan touring-touring moge ini sering mengambil hak orang lain. Merasa mereka yang punya jalan," katanya.

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Kasus bermula dua anggota TNI berpangkat serda menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua prajurit TNI keluar dari bahu jalan.

Singkat cerita, terjadi cekcok mulut saat prajurit TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap dua anggota intel Kodim 0304/Agam.

Selanjutnya
Halaman
1 2