Jangan Bunuh Lalat dengan Meriam

Menag:

Jangan Bunuh Lalat dengan Meriam

- detikNews
Sabtu, 21 Jan 2006 15:36 WIB
Solo - Membunuh lalat cukup dengan lidi, tidak dengan meriam. Begitulah analogi Menag Maftuh Basyuni agar tidak ada stigmatisasi terhadap lembaga apa pun, termasuk pesantren.Menag meminta agar semua pihak tidak membuat stigma sebuah institusi sebagai tempat berkumpulnya pelaku atau bibit pelaku tindak kekerasan atau terorisme."Jangan ada stigmatisasi terhadap lembaga apa pun, termasuk pesantren. Kalau ada satu dua orang yang terbukti bersalah, dia yang diambil, bukan institusinya yang ditutup," ujarnya menjawab wartawan usai temu alumni Ngruki di Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Sabtu (21/1/2006)."Jika akan membunuh lalat ya jangan menggunakan meriam. Karena lalat cukup dibunuh dengan lidi. Selain itu penciptaan opini di publik oleh semua pihak juga harus ikut membantu meluruskan persoalan secara objektif dengan tidak menyudutkan salah satu lembaga, termasuk pesantren," lanjutnya.Dalam sambutannya, Maftuh mengatakan, salah satu hal yang diharapkan yang dapat dicapai oleh peserta acara adalah merumuskan penjelasan rasional tentang keberadaan, peran dan fungsi pondok pesantren sebagai lembaga keagamaan yang strategis bagi penguatan rasa kebangsaan.Secara politis, kata Maftuh, rumusan itu diperlukan dalam upaya menjelaskan kepada warga dunia, terkait tuduhan sebagian masyarakat global yang mempersepsikan fenomena gerakan fundamentalisme Islam, radikalisme Islam, atau ekstremisme Islam dengan fenomena tindak pidana yang terjadi. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads