Australia Minta RI Klarifikasi Penembakan Warga Papua

Australia Minta RI Klarifikasi Penembakan Warga Papua

- detikNews
Sabtu, 21 Jan 2006 14:40 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia meminta klarifikasi segera dari pemerintah RI menyusul tewasnya seorang warga Papua dalam bentrokan antara masyarakat-Polri-TNI pada Jumat kemarin 20 Januari.Korban tewas dalam bentrokan di desa Wagete itu bernama Moses Douw. Para aktivis pro-demokrasi Australia menuding bahwa insiden penembakan itu ada kaitannya dengan keputusan 43 warga Papua yang kabur ke Australia untuk meminta suaka.Moses Douw diyakini sebagai keluarga dekat salah seorang dari 43 warga Papua yang kini ditahan di Pulau Christmas, Australia itu.Para aktivis HAM dan kubu oposisi Australia menyatakan, pemerintah Australia harus menyampaikan keprihatinan mendalam atas penembakan itu.Jaksa Agung Australia Philip Ruddock menuturkan, Kedutaan Besar Australia di Jakarta telah meminta klarifikasi segera dari pemerintah Indonesia. Demikian seperti dilansir harian Australia, Sydney Morning Herald, Sabtu (21/1/2006)."Sudah pasti kami telah meminta perwakilan diplomatik kami untuk mendapatkan laporan yang benar buat kami," kata Ruddock.Petinggi negeri Kangguru itu menolak berkomentar mengenai kemungkinan adanya kaitan antara penembakan itu dengan 43 warga Papua yang tiba di Cape York, Australia, 18 Januari lalu.Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) menyatakan, kedutaan Australia di Jakarta telah membahas insiden ini dengan pemerintah RI.Menurut seorang juru bicara departemen, Kevin Rudd, pemerintah Australia harus mencari tahu apakah penembakan itu dipicu oleh keputusan 43 warga Papua yang kabur ke Australia untuk meminta suaka. "Saya sangat prihatin akan berita ini," tegas Rudd."Kita perlu tahu siapa yang terbunuh, berapa banyak, apakah ini melibatkan anak-anak, kapan ini terjadi dan apakah ada hubungan antara mereka yang terbunuh dengan mereka yang mencari suaka di Cape York," imbuh Rudd.Selain menewaskan Moses Douw, peluru aparat juga melukai Petrus Pikey dari Desa Gakokebo. Seorang lagi yang menderita luka adalah Delina Koutoki, perempuan asal Desa Bomuu. Petrus mengalami luka di rusuk kanan dan Delima pada paha kanan. (ita/)


Berita Terkait