RUU Pornografi Hanya Pengalihan Isu Kenaikan TDL
Sabtu, 21 Jan 2006 13:46 WIB
Jakarta -
Pemberitaan mengenai RUU Pornografi dan Pornoaksi yang merebak di media massa dituding sebagai pengalihan isu pemerintah. Ini untuk menutupi rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL)."Percaya deh sama saya. Ini kan cuma manajemen isu saja," cetus Arswendo Atmowiloto kepada wartawan setelah acara diskusi RUU Pornografi dan Pornoaksi di Mario's Place, Menteng Plaza, Menteng, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1/2006).Menurutnya, pemerintah sengaja mem-blow up masalah pornografi karena adanya rencana kenaikan TDL. Jika nanti pemerintah sudah sukses dengan rencana itu, Arswendo yakin isu tentang RUU ini akan segera ditarik.Ditambahkannya, jika memang harus ada undang-undang tentang pornografi, maka tidak perlu ada pemisahan antara ranah publik dan personal."Rigid (dipertegas) saja. Aturan memang harus baku," ujarnya.Bila aturan jelas, menurut Arswendo, hal yang dianggap porno tidak akan menjadi masalah. Misalnya saja, larangan ciuman di depan publik."Semua orang yang melakukan itu akan kena sanksi, tidak peduli mereka pasangan resmi atau bukan," tuturnya.
(wiq/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
