Libur Panjang, Stok LPG 3 Kg di Bandung Raya-Priangan Timur Ditambah

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 12:09 WIB
Konsumsi harian gas elpiji subsidi atau gas 3 kg meningkat selama pandemi COVID-19. Kenaikan mencapai 1 persen dari konsumsi normal.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III menambah pasokan LPG subsidi 3 Kg di wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur secara bertahap. Total tambahan pasokan untuk kedua wilayah tersebut sekitar 7,4% yakni lebih dari 870 ribu tabung atau sekitar 2.600 metric ton (MT) dari rata-rata penyaluran normal harian atau lebih dari 11 juta tabung atau sekitar lebih dari 35 ribu MT.

Penambahan LPG subsidi ini dilakukan sejak Selasa (27/10) untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di momen libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi pekan ini. Pasokan fakultatif atau penambahan alokasi LPG 3 Kg ini bersifat situasional, atau dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan LPG karena sebagian besar masyarakat dan usaha mikro mulai beraktivitas kembali. Momen libur panjang turut membuat kebutuhan memasak meningkat, terutama karena wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur termasuk jalur wisata," jelas Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).

Eko menjelaskan, pada kondisi normal rata-rata penyaluran LPG 3 Kg untuk wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang) mencapai lebih dari 23 ribu tabung LPG 3 Kg per hari. Sedangkan untuk wilayah Priangan Timur (Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran) mencapai lebih dari 12 ribu tabung LPG 3 Kg per hari.

Selain pasokan normal tersebut, Pertamina juga menambahkan pasokan LPG 3 Kg di wilayah Bandung Barat sebanyak lebih dari 520 ribu tabung. Sementara di Priangan Timur mencapai lebih dari 340 ribu tabung.

Eko menambahkan, masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi 3 Kg dengan mudah di pangkalan LPG resmi Pertamina yang tersebar hingga seluruh desa di wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur.

"Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai dengan Surat Keputusan Walikota atau Bupati yang berlaku," ujarnya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 Kg bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro. Usaha mikro adalah usaha dengan aset maksimal 50 juta dan omset maksimal 300 juta per tahun.

Sedangkan untuk usaha kecil, menengah, dan atas, serta masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.

(prf/ega)