7 Fakta Terkini Gempa M 7 di Turki: Korban-Kerusakan hingga Nasib WNI

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 11:09 WIB
Gempa M 7,0 Guncang Yunani dan Turki
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Sementara itu, Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan badan kesehatan dunia itu sedang mencermati perkembangan yang terjadi di Turki dan Yunani setelah gempa bumi.

Dalam konferensi video, Tedros mengatakan mereka akan bekerja sama dengan kedua negara untuk memastikan bahwa perawatan medis darurat diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Tedros juga mengharapkan pemulihan yang cepat bagi mereka yang terkena dampak gempa bumi.

3. Kemlu: Tidak Ada Korban WNI

Indonesia turut berduka cita atas musibah tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut gempa telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di wilayah Turki dan Yunani. Per pagi ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban.

"Hingga saat ini tidak terdapat laporan adanya WNI yang menjadi korban pada bencana ini," katanya.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 melanda Laut Aegea. Gempa tersebut dirasakan di bagian Turki barat dan menghancurkan bangunan di kota pesisir sana.Gempa tersebut dirasakan di bagian Turki barat dan menghancurkan bangunan di kota pesisir sana. (AP/Ismail Gokmen)

Satgas Perlindungan WNI KBRI Ankara dan KBRI Athena berkoordinasi dengan otoritas setempat. Hal ini dilakukan terus dilakukan guna mengetahui kondisi WNI di wilayah terdampak.

4. Negara Arab Sampaikan Belasungkawa

Negara-negara Arab menyampaikan belasungkawa kepada Turki setelah gempa M 7 di Laut Aegea.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengirim telegram kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menyampaikan belasungkawa, demikian dilaporkan kantor berita resmi Palestina, WAFA seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (31/10/2020).

Emir Kuwait, Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Jaber al-Sabah juga menyampaikan belasungkawa kepada Erdogan, menurut kantor berita resmi Kuwait, KUNA.

Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj telah menelepon Erdogan dan menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam gempa tersebut.

Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said dalam sebuah telegram kepada Erdogan, juga menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa yang disebabkan oleh gempa bumi dengan magnitudo (M) 7 ini. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Oman (ONA).

Kementerian Luar Negeri Yordania dalam sebuah pernyataan juga menyampaikan belasungkawa dan menyampaikan pesan dukungan dan solidaritas negara.

Begitu pula Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang menyatakan turut berdukacita terhadap Turki dan mengatakan sangat sedih atas berita gempa bumi yang terjadi pada Jumat (30/10) tersebut.

6. Memicu Tsunami Kecil

Gempa berkekuatan M 7 yang mengguncang Turki dan Yunani berpusat di Laut Aegea. Gempa mengakibatkan tsunami.

Dilansir dari The Independent, Jumat (30/10/2020), dampak gempa itu paling terasa di Provinsi Izmir, Turki. Salah satu kota di Izmir yang berbatasan dengan laut adalah Seferihisar.

Wali Kota Seferihisar, Ismail Yetiskin, mengatakan gempa itu mengakibatkan kenaikan air laut. "Sepertinya ada tsunami kecil," kata Yetiskin kepada wartawan NTV.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Persatuan Insinyur Geologi di Turki, Huseyin Alan. Seperti dilansir Aljazeera, Alan menyebut ada tsunami kecil di Seferihisar.

Pemerintahan di wilayah terdampak gempa menyebut tsunami kecil untuk menggambarkan kejadian usai gempa. Menurut CNN tidak ada peringatan adanya tsunami yang dikeluarkan pihak berwenang.

Dalam catatan BMKG, berikut ini stasiun tide gauge Yunani yang mencatat adanya tsunami kecil:

Syros ±8 cm
Kos ±7 cm
Plomari ±5 cm
Kos Marina ±4 cm

7. Guncangan Gempa Bikin Bangunan Runtuh

Gempa berkekuatan M 7 mengguncang Turki dan Yunani. Bangunan runtuh dan korban berjatuhan.

Seorang warga Provinsi Izmir, Turki bernama Zeki Soysal menceritakan detik-detik bangunan runtuh dan hancur berantakan. Dia berhasil menyelamat diri di saat terakhir.

"Aku berhasil keluar di detik terakhir, gedungku runtuh," kata Soysal seperti dilansir CNN, Jumat (30/10/2020).

Soysal mengatakan sempat ada wanita tua di gedung tempatnya berada. Bersyukur, wanita itu bisa diselamatkan.

"Ada gedung lain (yang juga hancur) di dekat gedung ini. Mereka masih berusaha menyelamatkan korban yang terjebak," ungkapnya.

Halaman

(aan/jbr)