Marinir dan Demonstran

Jurus Hantu Laut Baret Ungu Halau Massa Rusuh Demonstrasi

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 10:17 WIB
Perwira dan Bintara Remaja Korps Marinir mengikuti gladi bersih upacara Pembaretan Prajurit Korps Marinir di Pantai Baruna Kondang Iwak, Malang, Jawa Timur.
Foto ilustrasi pasukan Korps Marinir TNI AL, berjulukan 'Hantu Laut'. (Zabur Karuru/Antara Foto)
Jakarta -

Korps Marinir TNI AL punya banyak jejak keberhasilan membubarkan massa rusuh di pengujung demonstrasi. Tanpa pukulan, tanpa tendangan, massa rusuh bisa bubar. Lalu, jurus apa yang diterapkan Marinir dalam menghalau massa rusuh?

Dalam menjalankan tugas sebagai pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta (Kodam Jaya), korps berjulukam 'Hantu Laut' ini biasa terlihat mengenakan baret ungu, bukan helm sebagaimana pasukan penghalau huru-hara. Padahal tidak jarang batu, botol, dan sembarang benda melayang dari tangan massa rusuh.

Selama ini telah umum dipahami, cara menghalau massa rusuh adalah dengan menyemprotkan air dari mobil water cannon, melontarkan gas air mata, atau cara represif yang mau tidak mau harus dilakukan aparat keamanan.

Pasukan baret ungu tidak sekonyong-konyong memilih jurus represif bila menghadapi massa ricuh. Tanpa pukul-pukulan, kok bisa massa rusuh dibubarkan?

"Mungkin kita ngangenin kali, ha-ha-ha...," ujar Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar), Letkol Marinir Gugun Saeful Rahman, kepada detikcom, Sabtu (31/10/2020).

Gugun menyatakan Korps Marinir sama saja dengan polisi atau aparat TNI lainnya. Lalu, apa jurus rahasianya?

Simak halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3